12 Maret 2019

Berita Golkar - Terdakwa kasus suap, Idrus Marham menyebutkan fakta terbaru soal kongkalikong antara eks Anggota Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Hal ini diungkapkan Idrus saat menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa 12 Maret 2019.

Baca Juga: Idrus Marham Didakwa Jaksa Terima Suap 2,250 Miliar Rupiah

Mantan Sekretaris Jenderal Golkar itu menuding, Eni Maulani berkonspirasi dengan Airlangga saat Golkar tengah bergejolak. Gejolak di Partai Golkar ketika Setya Novanto tersandung kasus korupsi e-KTP.

"Saat Golkar bergejolak, Eni sudah berkonspirasi. Eni sudah bergabung dengan Airlangga Hartarto untuk menggelar Munaslub. SN pernah memarahi Eni," ujar Idrus.

Setnov diketahui sempat ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Namun, status tersangka Setnov gugur setelah memenangkan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Setelah itu, KPK kembali menetapkan Setnov sebagai tersangka untuk kali kedua pada November 2017. Lewat drama panjang, akhirnya Setnov ditahan oleh KPK.

"Pada saat itu SN ditahan dan ada kecelakaan, gejolak di Partai Golkar semakin besar. Itulah alasan SN tidak menyelesailan masa jabatannya (sebagai Ketum Golkar)," katanya.

Baca Juga: Idrus Marham Mengaku Siap Diborgol KPK

Setnov akhirnya resmi dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketum Golkar setelah resmi ditahan oleh KPK. Saat itu, Idrus menggantikan jabatan Setnov sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Partai Golkar sebelum resmi digelar Munaslub. [viva]

fokus berita : #Idrus Marham


Kategori Berita Golkar Lainnya