13 Maret 2019

Berita Golkar - Kader partai politik ramai-ramai membelot dari instruksi pemenangan Pilpres 2019. Dari koalisi parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin, kader Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang paling banyak memberikan suara untuk Prabowo-Sandi.

Sesuai hasil survei PolMark Research Center (PRC), ada 30,6% kader Golkar yang memberikan suaranya untuk Prabowo-Sandi sementara 27,8% belum menentukan pilihan. Selanjutnya di PPP, ada 30,8% kader yang memberikan suara untuk Prabowo-Sandi dan 30,8% belum menetukan pilihan.

Baca Juga: Golkar Optimis Lampaui Target Perolehan Suara di Pemilu 2019

Persentase kader parpol lain yang memberikan dukungan untuk Prabowo-Sandi juga terbilang besar. PPP (30%), Nasdem (24,1%), PKB (15,7%), Perindo (27,9%), Hanura (24,7%), PSI (12,9%) dan PKPI (29,7%). Bahkan ada 5,9% kader PDIP menyatakan dukungannya untuk Prabowo-Sandi dan 19,5% belum menentukan pilihannya.

“Kalau kenyataan ini tak dibuka, semua orang termanjakan dengan laporan lapangan. Kader solid 110%, kader sudah pasti tak mungkin membelot. Padahal dalam politik tak seperti itu. Apalagi di Indonesia tak ada partai dengan ikatan identitas yang kuat,’’ kata Founder dan CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah pada Forum Pikiran Akal dan nalar yang diselenggarakan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Polmark di Hotel Grand Arkenso Semarang, Rabu (13/3/2019).

Tak ubahnya di koalisi parpol lawan. Di tubuh Gerindra (11%), Demokrat (28,5%), PAN (25%), PKS (15,7%), Berkarya (14,9%) yang kadernya mendukung paslon 01. Terkait Pilpres, hasil survei menyebutkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin 40,4% atau unggul 14,6% dari Prabowo-Sandi 25,8%.

Eep menyebut gap 14,6% antara kedua pasangan capres-cawapres disebutnya kecil. Lantaran masih ada 33,8% pemilih yang belum menentukan pilihannya. “Dengan masih adanya siswa waktu 34 hari lagi, jarak keduanya kecil. Karena masih ada 33,8% undecided voters,” kata Eep.

Baca Juga: Elektabilitas Terus Naik, Airlangga Hartarto Optimis Golkar Raih 18 Persen Suara

Survei ini mengambil 32.560 responden dari 73 daerah pemilihan (Dapil) dalam kurun waktu 7 Oktober 2018 – 12 Februari 2019. Dari 73 Dapil ini meliputi 172.008.099 pemilih atau 92,9% dari pemilih Pemilu 2019. Di 73 Dapil ini diperebutkan 534 kursi atau 92,9% dari 575 kursi DPR RI.

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±4.8% untuk masing-masing survei di 72 Dapil. Khusus untuk Dapil Jabar 3, margin of error-nya adalah ±3.4%. Eep juga menyatakan jika survei tersebut bagian dari kerjasama Polmark dengan PAN, lantaran pihaknya menjadi konsultan pemenangan PAN. [indonesiainside]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya