15 Maret 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin mengaku sedih, budaya bangsa berganti ke arah negatif. Saat ini, kata dia, budaya gotong royong mulai meluntur dan terganti dengan individualistis.

"Hari ini orang tidak berbicara gotong royong. Kekuatan individualistis semakin tinggi," ungkap dia dalam Sosialisasi Empat Pilar yang dihadiri oleh Forum Ketua RT Tanah Grogot di Gedung Perempuan Berjalan, Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Ingin Pemilu akuntabel, Mahyudin Minta KPU Rapikan Daftar Pemilih Tetap

Dia menuturkan, perasaan iri dan dengki yang kuat, menandai munculnya budaya individualistis. Bahkan, ungkap dia, saat ini masyarakat dengan mudah mencaci maki seseorang di dunia maya. "Tidak segan lagi mencaci maki orang bersembunyi di balik namanya teknologi. Memaki orang lewat Twitter, WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Lempar batu sembunyi tangan," ungkap dia.

Karena itu, kata dia, MPR punya kewajiban membangkitkan semangat gotong royong. Dia percaya, kegiatan Sosialisasi Empat Pilar bakal mengurangi sifat individualistis rakyat. "Inilah yang kami sosialisasi, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Bukan hanya dasar dan ideologi, dia juga pandangan hidup. Dia pemersatu bangsa," pungkas mantan Bupati Kutai Timur ini.

Baca Juga: Mahyudin Apresiasi Peran FKPPI Pertahankan Pancasila dan NKRI

Setelah acara sosialisasi, Mahyudin yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pertamina, menyerahkan bantuan tiga buah motor pikap dan sebuah ambulans untuk Forum RT Tanah Grogot. [jpnn]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya