15 Maret 2019

Berita Golkar - Anggota Komisi IX DPR-RI Syamsul Bachri turut menyoroti polemik raibnya dana Dinas Kesehatan (Dinkes) tahun 2018 di Parepare.

Politisi senior Partai Golkar itu mengaku prihatin, sebab raibnya dana sebesar Rp2,9 miliar itu, membuat puluhan honorer Dinkes dan kader posyandu tidak menerima insentifnya selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Ini 4 Tips Hidup Sehat ala Syamsul Bachri

Syamsul menerima aduan warga mengenai dana Dinkes ini, disela sosialisasi Advokasi dan KIE BKKBN di Hotel Bugis Parepare, Jumat (15/3).

Salah satu peserta Agus Salim mempertanyakan hal tersebut. “Banyak tenaga honoror yang belum terbayar insentifnya,” kata Agus Salim disambut aplaus ratusan peserta, yang sebagian diantaranya merupakan petugas kesehatan, kader pusyandu serta KB.

Syamsul mengaku prihatin dengan hal tersebut. Ia menyebut raibnya dana Dinas Kesehatan sebagai hal yang patut disayangkan.

“Padahal kami di DPR-RI berusaha betul kesejahteraan tenaga kesehatan meningkat. DAK bidang kesehatan selalu kita naikkan, itu untuk membayar tunjangan kepada tenaga kesehatan termasuk honorer,” urai Syamsul.

Dia berjanji akan mempertanyakan kasus tersebut kepada pihak terkait. “Jika benar, ini seharusnya tidak terjadi,” tegasnya.

Baca Juga: Syamsul Bachri Minta Generasi Muda Bone Hindari Pernikahan Dini

Sebelumnya, kasus ini tengah didalami Polres Parepare. Pelbagai kalangan telah mendesak agar raibnya dana Dinkes itu diusut dan diungkap aktor-aktor yang sesungguhnya.

Polisi telah memeriksa mantan Kepala Dinas Kesehatan Parepare, dr Muh Yamin dan puluhan pegawai Dinkes. [katasulsel]

fokus berita : #Syamsul Bachri


Kategori Berita Golkar Lainnya