16 Maret 2019

Berita Golkar - Calon legislatif (caleg) petahana di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah 2 tak bisa bernafas lega. Pasalnya, menurut survei yang dilakukan Y-Publica, ada mantan atlet bulutangkis Harijanto Arni yang ikut mencalonkan pada pemilihan umum (pemilu) periode kali ini.

Dengan demikian, otomatis pencalonan Harijanto Arbi menjadi ancaman bagi caleg petahana di dapil Jawa Tengah 2. Temuan survei Y-Publica menunjukkan Harijanto satu-satunya caleg dari partai politik (parpol) baru yang berpeluang merebut kursi. Elektabilitas Harijanto mencapai 4,6 persen.

Sementara itu elektabilitas tertinggi kembali diraih politisi Golkar, Nusron Wahid (20,8 persen). Sebelumnya Nusron meraih kursi anggota DPR, sebelum kemudian ditunjuk sebagai kepala BNP2TKI.

Baca Juga: Perdebatan Nusron Wahid dan Karni Ilyas Tentang Hukum Tajam Sebelah

Lalu ada caleg pendatang baru Sya’roni dari Gerindra (2,4 persen). Selebihnya semua caleg petahana diprediksi bakal melenggang kembali ke Senayan.

“Keputusan PSI menempatkan figur Harijanto Arbi tepat, sesuatu yang tidak bisa dilakukan parpol baru lainnya,” ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran pers yang dilaporkan oleh AKURAT.CO pada Jumat (15/3/2019).

Ketua DPW Perindo Jateng Siswadi Selodipoero hanya meraih elektabilitas 1,4 persen, sedangkan wasekjen Berkarya Panduwinata Arifin 0,4 persen. Demikian pula dengan nama-nama artis yang dipasang PDIP dan Demokrat, Tamara Geraldine (2,1 persen) dan Dina Lorenza (1,6 persen).

Lalu pimpinan Media Group yang dipasang Nasdem, Lestari Moerdijat (1,8 persen). Ada pula nama-nama caleg PSI, seperti Jonathan (0,8 persen) dan Fuad Sulaimy (0,3 persen).

Caleg petahana yang maju kembali adalah Fathan (11,6 persen), Abdul Wachid (7,3 persen), Bowo Sidik Pangarso (3,9 persen), Daryatmo Mardiyanto (3,4 persen), dan Ali Mahir (3,0 persen). Nama-nama caleg yang lain jika ditotal keseluruhannya tersisa 11,0 persen.

Baca Juga: Minta Organisasi Selain OSIS Masuk Sekolah, Nusron Wahid Minta Kemendikbud Revisi Aturan

“Sedang yang belum menentukan pilihan mencapai 23,9 persen,” pungkas Rudi.

Sebagai informasi, survei Y-Publica dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di dapil Jawa Tengah 2, yang mencakup Jepara, Kudus, dan Demak, dengan alokasi 8 kursi. Jumlah responden sebanyak 800 orang mewakili tiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [akurat]

fokus berita : #Nusron Wahid


Kategori Berita Golkar Lainnya