17 Maret 2019

Berita Golkar - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengalahkan Partai Golkar pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Hal itu terlihat dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan survei untuk periode 26 Februari – 4 Maret 2019 Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 Sulawesi Selatan.

Gerindra meraih Top of Mind untuk pertanyaan terbuka: Jika pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih?

Baca Juga: Survei PRC, Elektabilitas Golkar di Tanah Jawa Nomor Empat Dengan 10,3 Persen

Gerindra meraih 13,2; Golkar 12,1; Nasdem 8,2 persen; PDIP 6 persen; Demokrat 4,6 persen; PAN 4,1 persen; PPP 4 persen; PKS 2,4 ; Periondo 1,9; PKB 1,4 persen; hanura 1 persen; PSI 0,7 persen; BERKARYA 0,5 persen; PBB 0,3 persen; GARUDA 0,3 persen.

Sementara itu, responde yang belum menentukan sikap sebanyak 39,5 persen. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani bersyukur atas target pencapaian ini.

“Alhamdulillah! kader-kader Gerindra harus terus bergerak dengan mendahulukan bicara Pilpres kemudian caleg,” katanya, Minggu (17/3/2019).

Ia pun meminta kepada kader dan pengurus untuk tidak berhenti bergerak untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno. “Kita berharap bisa terus naik dan para kader jangan lengah hingga 17 April 2019,” katanya.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Survei ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 1000 orang. Dengan metode multistage random sampling Desa/kelurahan di tingkat Kecamatan dipilih dengan jumlah proporsional, dan dengan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±3.2% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Survei SSI Menangkan Prabowo-Sandi di Sulsel, Ini Kata Nurdin Halid

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti. [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya