22 Maret 2019

Berita Golkar - Tim Kampanye Nasional (TKN) angkat bicara guna menanggapi komentar politikus Partai Golkar yang menilai PSI menjadi penyebab turunnya elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy mengatakan tidak ada masalah dengan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf saat ini, sehingga tidak ada yang perlu disalahkan terkait hal itu. Menurut Lukman, elit Partai Golkar yang menyalahkan PSI itu justru tak mengerti cara membaca hasil survei.

Baca Juga: Kritisi PSI, TGB Zainul Majdi Nilai Pencabutan Izin Rumah Ibadah Bakal Picu Ketegangan

"Ini cara membacanya yang keliru," kata Lukman dikutip dari Tirto, Jumat (22/3/2019). "Dia enggak membaca rilis TKN dan membaca survei itu secara cerdas," lanjut Lukman.

Lukman menegaskan, PSI justru masih sangat solid dengan partai koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin lainnya. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas kedua kandidat Capres-Cawapres semakin tipis, yakni hanya terpaut 11,8 persen.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Sedangkan 13,4 persen responden menyatakan pilihannya masih rahasia.

Menurut Lukman, meski angka pemilih Jokowi-Ma'ruf hanya 49 persen, tetapi suara dukungan kepada Prabowo-Sandiaga juga tak bertambah banyak. Justru yang meningkat adalah kaum pemilih yang belum menentukan pilihannya.

"Saya menilainya naik kok. Gimana saya menilai turun? Orang barangnya naik. Eksplorasinya kan 56," ucapnya lagi.

Sebelumnya, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Andi Sinulingga mengatakan PSI berkontribusi terhadap turunnya elektabilitas Jokowi.

"Blunder PSI memberikan sumbangan pada turunnya elektabilitas Jokowi. Resistensi rakyat terhadap PSI tinggi sekali dan itu berpengaruh negatif pada Jokowi," kata Andi. Salah satu sikap PSI yang Andi maksud adalah menolak perda syariah.

Baca Juga: Fokus Menangkan Golkar dan Jokowi, Airlangga Ogah Tanggapi Pidato Grace Natalie

Juru bicara PSI Mikhail Gorbachev Dom menampik hal itu. Dia bahkan mengatakan PSI telah melakukan banyak hal yang bisa menaikkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

"PSI sendiri mengikuti nasihat Pak Jokowi untuk door to door, menjelaskan soal PSI dan Pak Jokowi, spanduk dan baliho kami ada foto Pak Jokowinya. Masak kami menurunkan elektabilitas beliau? Belum lagi kami solidarity tour ke banyak kota bawa bus ada muka Pak Jokowi gede benar," katanya kepada reporter Tirto. [tirto]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya