26 Maret 2019

Berita Golkar - Bonus demografi Indonesia menjadi keuntungan bagi ekonomi nasional. Andai, peningkatan daya saing SDM generasi milenial maupun generasi Z berjalan. Beberapa program dan kebijakan yang dianggap jitu mengerek kualitas SDM seperti, membentuk wadah ilmu pengetahuan dan riset atau memberikan insentif untuk perusahaan.

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta Pemilih Milenial Tidak Apatis Dengan Politik

Menurut politisi Partai Golkar, Puteri Komarudin, hal tersebut adalah syarat percepatan industrialisasi. Puteri mengatakan, pemerintah telah merumuskan kebijakan-kebijakan peningkatan SDM di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2020-2024.

Untuk itu, kata Puteri, pemerintah harusnya mengalihkan fokus pengembangan kualitas generasi muda di perkotaan ke kepentingan membangun SDM di daerah pedesaan. “Daritadi fokus kita ke kota, bagaimana dengan yang rural? Seperti misalnya dana desa, ini sudah bagus sekali,” kata Puteri dalam acara Brownbag Discussion Unika Atma Jaya di Jakarta (22/03).

Anak Mantan Ketua DPR Ade Komarudin ini juga mengatakan, generasi milenial tidak perlu lagi melahirkan gagasan baru. Yang perlu dilakukan, sambungnya, melanjutkan kebijakan yang sudah ada. “Selain itu tidak perlu juga saya rasa yang muda punya gagasan baru. Sekarang kebijakan yang bagus juga sudah ada. Kalau dilanjutin bisa maksimum. Yang penting kolaborasi muda dan tua,” katanya.

Baca Juga: Jadi Caleg Golkar, Puteri Komarudin Memulai Segalanya Dari Nol

Bonus demografi sudah mulai dari 2015 di Indonesia dan puncaknya ada di tahun 2035. Berdasarkan survei Atma Jaya Institute of Public Policy (AJIPP) terhadap kaum muda perkotaan, sebesar 63% menjawab yakin dapat bersaing secara global. [gatra]

fokus berita : #Puteri Komarudin


Kategori Berita Golkar Lainnya