26 Maret 2019

Berita Golkar - Melihat kebingungan dan ketidakpahaman masyarakat untuk melakukan pencoblosan di bilik TPS, KPUD Merauke diminta melakukan simulasi sebelum pelaksanaan pencoblosan 17 April 2019. Hal ini disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Merauke, Herman Anitoe Basik Basik, Selasa (27/0319).

Baca Juga: Bagus Adhi Mahendra Sayangkan Minimnya Petugas Karantina Pertanian Merauke

“Menurut perkiraan kami dari Partai Golkar, KPU harus melakukan simulasi pencoblosan. Karena masih banyak masyarakat yang tidak tahu dan bingung,” ucapnya di ruang kerjanya.

Lanjut dia, dalam sosialisasi yang dilakukan partai politik di masyarakat, menemukan ketidaktahuan publik terkait tekhnik pencontrengan masih sangat tinggi. Sehingga begitu penting untuk segera dilakukan simulasi.

Ketua KPU Merauke Theresia Mahuze menyebutkan, berdasarkan hasil rapat koordinasiadi di Jayapura belum lama ini, ditetapkan akan diadakan simulasi serentak se-Papua pada tanggal 30 Maret 2019.

Di Merauke sendiri belum ditetapkan kelurahan mana yang dipilih sebagai wilayah yang dipakai untuk pelaksanaan simulasi pencoblosan.

Baca Juga: Kantor Golkar Merauke Dibobol Orang Tak Dikenal, Ruang Informasi Data Dirusak

“Nanti akan ada dua kemungkinan, di Kelurahan Kelapa Lima atau Kamundu. Kami komisioner belum menetapkan. Waktu simulasi juga sama seperti jam pada saat di TPS pada 17 April nanti, yaitu jam 07.00wit sampai jam 13.00wit,” terang Theresia Mahuze. [teropongnews]

fokus berita : #Herman Basik Basik


Kategori Berita Golkar Lainnya