22 Maret 2019

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk meremajakan dan memodernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista), guna menjaga kedaulatan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan selalu meningkatnya anggaran Kementerian Pertahanan dalam APBN. Sehingga, pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia senantiasa berdasarkan kapabilitas dalam program Kekuatan Pokok Minimum.

“Peningkatan anggaran Kementerian Pertahanan bisa dilihat dari Rp 99,8 triliun di APBN 2018 menjadi Rp 108,4 triliun di APBN 2019, menjadikan Kementerian Pertahanan posisi ke-2 Kementerian/Lembaga dengan anggaran terbesar," ujar Bamsoet saat memberikan Kuliah Kerja Pembangunan Nasional (KK Bangnas) Perwira Mahasiswa (Parsis) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan 57, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Bambang Soesatyo Sambut Baik Pembangunan Techno Park Pelalawan

Besarnya alokasi Kementerian Pertahanan, lanjut Bamsoet, terbagi lagi menjadi Rp 19,067 triliun untuk internal Kementerian Pertahanan, Rp 7,961 triliun untuk Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Rp 47,54 triliun untuk TNI Angkatan Darat, Rp 18,25 triliun untuk TNI Angkatan Laut, dan Rp 14,33 triliun untuk TNI Angkatan Udara. Sebanyak 38,87 persen untuk belanja pegawai, 33,88 persen belanja barang dan 27,25 persen belanja modal.

"Seskoal sebagai sekolah tertinggi di lingkungan TNI AL, mempunyai tantangan besar membuat formulasi sistem keuangan militer, khususnya dalam mendiferensiasikan Sistem Keuangan Militer saat negara dalam kondisi damai, maupun Sistem Keuangan Militer saat negara dalam kondisi perang. Sehingga, jika situasi terburuk terjadi, negara kita siap mengantisipasinya," tutur Bamsoet.

Baca juga: Bambang Soesatyo Bangga Keris Madura Diakui Warisan Dunia

Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan para Perwira Mahasiswa yang sedang mengikuti Seskoal, di abad ke-21 ini dunia dihadapkan kepada berbagai ketidakpastian. Berbagai perubahan terjadi secara cepat seiring kemajuan informasi teknologi, yang pada akhirnya turut mempengaruhi perubahan sosial budaya, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan.

“Saat negara bertanggung jawab memperkuat Alutsista, Seskoal mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mempertajam pola pikir setiap prajurit dalam mengantisipasi berbagai ancaman yang datang. Bagaimanapun, the man behind the gun adalah kunci utama menjaga kedaulatan negara," tegas legislator dapil Jawa Tengah VII itu.

Baca juga: Bambang Soesatyo Tak Sepakat Ujian Nasional Dihapus, Ini Alasannya

Sebagai penerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana dari TNI AL, Bamsoet mengapresiasi visi pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menjadikan Indonesia Poros Maritim Dunia. Konsekuensinya, TNI Angkatan Laut harus bisa menjaga kedaulatan dan kekayaan laut dari segala bentuk ancaman, agar berbagai potensi laut dapat dimaksimalkan sebesarnya untuk kemakmuran bangsa Indonesia.

"Agresivitas Tiongkok di sekitar Laut Natuna maupun posisi geografis Indonesia pada jalur ring of fire dunia, adalah dua hal besar yang harus diwaspadai. Selain itu, TNI AL juga harus bisa mengantisipasi berbagai pelanggaran wilayah oleh kapal-kapal asing yang menyelundupkan narkoba, illegal fishing, illegal logging, imigran gelap, perompakan, maupun pembajakan," pungkas Bamsoet. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya