28 Maret 2019

Berita Golkar - Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi enggan berkomentar lebih jauh soal jabatan Wakil Bupati Bekasi yang kabarnya berasal dari internal Golkar.

“Nanti saja setelah Pilpres,” singkatnya beberapa waktu lalu. Dedi tak akan berspekulasi jika kadernya yang menjabat Wakil Bupati Bekasi.

“Yang pasti, siapa saja bisa jadi wakil bupati,” ujar dia. Dedi menegaskan, peluang wakil bupati bisa dijabat dari partai lain selagi memenuhi syarat dan mekanisme.

Baca Juga: Diajak Bupati Bekasi Sambangi Gedung Juang Tambun, Dedi Mulyadi Disambut Bau Kelelawar

“Semuanya bisa jadi wakil bupati, asalkan sesuai aturan,” katanya.

Seperti diketahui, Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap proyek pembangunan Meikarta, digantikan oleh wakilnya Eka Supri Atmaja.

Eka yang juga kader partai Golkar, saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Bekasi. DPD Partai Golkar langsung menggelar pembahasan terkait siapa yang akan mendampingi Eka Supri Atmaja. [pojoksatu]

fokus berita : #Dedi Mulyadi


Kategori Berita Golkar Lainnya