29 Maret 2019

Berita Golkar - Pada saat berbincang bersama warga di Cijawura, Nurul Arifin mengaku memperoleh pertanyaan yang serius tapi menarik dari warga mengenai Sistem Pemilu Paralel atau Mixed Member Majoritarian (MMM).

Calon Legislatif DPR RI dari Partai Golkar itu menilai model tersebut digunakan untuk menggantikan sistem proporsional terbuka yang selama ini digunakan dalam Pemilu di Indonesia.

Baca Juga: Di Depan Nurul Arifin, XTC Chapter Kembar Bandung Deklarasi Dukung Jokowi

Menurutnya, dinamika yang terjadi di lapangan pun berbeda-beda.

"Pertanyaan yang menarik itu apakah pilihan itu harus paralel dengan pilpres dan partai-partai koalisinya. Saya bilang yaitu terserah pada pilihan masing-masing," ujar Nurul Arifin, kepada Tribun Jabar, seusai silahturahmi di RT 4/9, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Jumat (29/3/2019).

Nurul menyatakan pemilihan umum di Indonesia menganut Luber yakni langsung, umum, bebas, dan rahasia".

"Kemudian satu suara itu hak pribadi masing-masing. Kalau linear syukur alhamdulillah itu bagus. Kalau pun tidak, dia ingin berbeda tidak apa juga," katanya.

Kegiatan silaturahmi Nurul Arifin bersama warga digelar di sebuah saung dekat kolam renang Paniisan.

Mayoritas yang hadir ibu-ibu warga setempat.

Baca Juga: Bebaskan Siti Aisyah, Nurul Arifin Puji Diplomasi Kemenlu di Malaysia

Saat berbincang santai, Nurul Arifin yang mengenakan pakaian batik bermotif dan selendang kuning tampak akrab dengan para peserta yang hadir. [tribunnews]

fokus berita : #Nurul Arifin


Kategori Berita Golkar Lainnya