29 Maret 2019

Berita Golkar - Ada 12 Faktor "KUTUKAN" Penyebab Korupsi.

1. Sistem politik di Indonesia butuh cost yang tinggi "mahar politik", sementara gaji pejabat politisi pasca terpilih dan selama mengabdi jauh lebih kecil dari mahar yang telah dibayar.

2. Adanya wacana yang beredar di masyarakat oleh pemuka agama/ rohaniawan yang mengatakan; "boleh korupsi yang penting pejabatnya seiman", bahkan menurut PPATK ada indikasi aliran dana yang disalah gunakan melalui rekening rohaniawan.

3. Sumber daya manusia sangat rendah/minim pengetahuan dan moralitas, di tenggarainya sangat mewarnai tindak pidana korupsi.

4. Birokrasi khususnya perizinan dan tender, yang sengaja di buat berbelit-belit untuk membuat peluang korupsi.

5. Pengupahan yang sangat rendah/tidak rasional telah mendorong seseorang untuk mencari tambahan biaya hidup, salah satunya dengan cara melakukan tindak pidana kejahatan korupsi

6. Mental rakus/tamak pejabat politisi misalnya; menimbun harta berlebihan, padahal tidak mungkin habis hingga ajal menjemputnya.

7. Hukuman masih bisa diperjual belikan oleh aparat penegak hukum, contoh status penahan tersangka yang masih bisa di negosiasikan dengan kewenangan subjectif dari penegak hukum, istilahnya "86".

8. Habitat Lingkungan yang Koruptif, tindakan yang seolah-olah boleh korupsi asalkan dibagi bersama dan disetor sebagian kepada pimpinan dan partai politik

9. Pemberantasan korupsi yang tebang pilih "Tajam ke oposisi dan kebawah", faktanya ada yang melakukan ikut korupsi bersama-sama, bahkan namanya sering disebut-sebut diPengadilan Tipikor dan Media cetak dan elektronik, akan tetapi karena satu partai dengan penguasa, yang bersangkutan tidak sampai tersangka/ terdakwa oleh Penyidik dan Jaksa Penuntut Umum, malahan para penjahat Politisi yang melakukan Tipikor itu, ramai-ramai pindah partai ke kubu partai penguasa, agar tidak dicolek oleh Penyidik Polri dan Kejaksaksaan, maka tidak heran ada Ketum Partai yang sudah tersangka ketika masih Oposisi dan tersangkanya langsung hilang dan senyap pasca pindah ke kubu partai Pemerintah.

10. Pemimpin puncak dalam setiap lembaga adalah pelaku kejahatan korupsi juga, sehingga tidak ada keteladanan.

11. Budaya korupsi, memang sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia, yaitu bahwa pejabat politisi senang menerima upeti.

12.Masyarakat khususnya pejabat politisi mau hidup enak, tetapi tidak mau bekerja keras.

Inilah 12 faktor sial "kutukan" penyebab korupsi sulit diberantas/ dihilangkan dari NKRI yang kita cintai ini, berdasarkan penelitian dan pengamatan saya.

Djafar Ruliansyah Lubis,S.H., M.H., Fungsionaris DPP Partai Golkar

fokus berita : #Djafar Lubis


Kategori Berita Golkar Lainnya