29 Maret 2019

Berita Golkar - Menyisakan 18 hari kedepan, masyarakat Indonesia di 34 provinsi akan menentukan pilihan dalam pesta demokrasi. Baik pemilihan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (cawapres) maupun calon legislatif (Caleg), DPR-RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Tak terkecuali bagi 1,3 juta masyarakat di Provinsi Bengkulu yang telah memiliki hak pilih akan menentukan pilihannya pada 17 April 2019 nanti.

Provinsi dengan 10 kabupaten dan kota ini miliki 56 Caleg DPR-RI dari 16 partai. Mereka akan memperebutkan suara masyarakat agar dapat duduk menjadi perwakilan di Senayan. Dari puluhan Caleg DPR RI tersebut terdapat sosok perempuan 'CANTIK' (Caleg Anti Money Politics). Perempuan itu memiliki slogan Bekerja Bukan Janji. Alisya Fianne Janne, nama lengkapnya.

Baca juga: Dari Banda Aceh Ke Manokwari, Golkarpedia Angkat Perjuangan Caleg-Caleg Perempuan Tangguh

Dia caleg perempuan partai Golkar dengan nomor urut 3. 'Perempuan Cerdas Bengkulu Maju' adalah motto Caleg dari daerah pemilihan (Dapil) Bumi Rafflesia ini. Keyakinan aktivis yang menyabet penghargaan 50 Best Indonesia Wowan Inspring 2015 ini menuju Senayan bukan tanpa alasan. Sebab, perempuan yang maju dari partai berlambang beringin ini ingin berbuat dan berjuang lebih banyak untuk masyarakat Bengkulu.

Motto tersebut salah satu semangat berbuat dan membangun Bengkulu lebih baik dan menuju perubahan dari segala bidang. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan serta pemerataan pembangunan dari desa ke kota. Perubahan itu akan terwujud jika keterwakilan di Senayan, siap memperjuangkan segala kebutuhan yang selama ini butuh perhatian serius seluruh lapisan masyarakat yang telah memiliki hak suara agar tidak salah pilih!

Baca juga: Ketika Rohidin Mersyah Berbaur Dengan Emak-Emak Ikut Senam Yo Botoi-Botoi

Wakil Ketua Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PP KPPG) Sumatera II ini mengatakan, masyarakat Bengkulu di 1.524 kelurahan/desa yang miliki hak pilih tentu berkeinginan perubahan lebih baik dari sebelumnya. Terutama keterwakilan rakyat di DPR RI. Karenanya, masyarakat dapat menentukan pilihan sesuai hati nurani. Sebab suara masyarakat akan menentukan perubahan lebih baik dalam lima tahun kedepan, 2019 - 2024.

Perempuan bermodal doa, usaha, ikhtiar dan tawakal (DUIT) ini menyampaikan, berbuat untuk masyarakat menuju perubahan lebih baik adalah impiannya ketika di Senayan. Sebab Alisya telah menanamkan tekad dan komiten kuat demi kesejahteraan masyarakat Bengkulu yang adil.

Baca juga: Aktivis KPPG Pimpin Aksi Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan Di Bengkulu

''Saya siap untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Bengkulu. Berbuat, bertindak dan berjuang merupakan hal yang akan saya lakukan ketika di Senayan. Masyarakat jangan salah pilh!,'' pungkas inisiator gerakan muslimah bersyari (GMB) Indonesia ini, Jumat (29/3/2019) kepada Golkarpedia. [kontributor Jambi]

fokus berita : #Alisya Fianne Janne


Kategori Berita Golkar Lainnya