23 Maret 2019

Berita Golkar - Sekjen Wanita Swadiri, Yovita Lasti Handini memuji hasil kerja presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mempercantik Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau. "Saat ini PLBN Entikong sudah cantik. Jalan kesana aspalnya mulus dan fasilitasnya sudah sangat memadai. Sudah jauh lebih cantik dari sisi Malaysia sejak diresmikan Jokowi akhir 2016 lalu" ucap Yovita.

Sekarang, Yovita menjadi calon Anggota Legislatif (caleg) DPR RI dari dapil Kalimantan Barat II nomor urut 4. Sanggau salah satu kabupaten yang terletak di dapilnya, sehingga sering dikunjungi untuk sosialisasi. "Roda perekonomian di Sanggau jadi berputar lebih cepat. Bukan hanya menjadi jalur ekspor impor yang aktif, tapi dengan adanya pasar besar di perbatasan, membuat masyarakat menikmati langsung manfaatnya" ungkap aktivis pendidikan usia dini ini.

Baca juga: Dari Banda Aceh Ke Manokwari, Golkarpedia Angkat Perjuangan Caleg-Caleg Perempuan Tangguh

PLBN Entikong tak hanya berfungsi sebagai pos pemeriksaan orang dan barang keluar masuk Indonesia, tapi juga fungsi keimigrasian, kepabeanan, karantina hingga keamanan. "PLBN Entikong sudah dilengkapi dengan gedung-gedung yang memiliki fungsi masing-masing. Ada karantina tumbuhan dan hewan yang dicurigai berbahaya, ada rumah sakit dan transit untuk buruh migran Indonesia hingga pemeriksaan ketat untuk hindari terorisme" papar pengurus pusat KPPG ini.

Yovita berharap PLBN Entikong dapat terus menjalankan fungsinya sehingga bermanfaat bagi kabupaten Sanggau maupun masyarakat Entikong. "Bila saya dipercaya masyarakat Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu untuk duduk di DPR, Saya siap perjuangkan agar semua perbatasan negara di Kalimantan Barat dapat dibangun seperti PLBN Entikong dan menyejahterakan masyarakat sekitarnya" pungkas Yovita.

Baca juga: Mengupas Kendaraan Serba Guna Caleg-Caleg Cantik Partai Golkar

Seperti diketahui, PLBN Entikong dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak Agustus 2015 dengan menelan biaya 152 miliar. Area seluas 8 hektar yang di atasnya berdiri 19.493 meter persegi bangunan bernuansa khas Dayak ini telah diresmikan Jokowi pada 21 Desember 2016. [liputan khusus]

fokus berita : #Yovita Lasti Handini


Kategori Berita Golkar Lainnya