01 April 2019

Berita Golkar - KPK memanggil Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ade Barkah terkait kasus dugaan pemerasan dengan tersangka Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar. Ade dipanggil sebagai saksi.

"Dipanggil sebagai saksi untuk IRM (Irvan Rivano Muchtar)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (1/4/2019).

Baca Juga: Satya Widya Yudha Pantau Kesiapan Kodam Siliwangi Amankan Pemilu di Jabar-Banten

Selain Ade, KPK juga memanggil Sekretaris Bupati Cianjur, Deny Nugraha, serta sopir Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Dadang Danul Huda. Keduanya juga dipanggil sebagai saksi untuk Irvan. 

Kasus dugaan pemerasan dengan tersangka Irvan ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 2018. KPK kemudian menetapkan 4 orang tersangka, yaitu Irvan selaku Bupati Cianjur nonaktif; Cecep Sobandi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur; Rosidin selaku Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dan Tubagus Cepy Sethiady selaku kakak ipar Irvan. 

KPK menduga Irvan memeras 140 kepala sekolah terkait dana alokasi khusus (DAK) Rp 46,8 miliar. Dia diduga meminta bagian 7 persen atau sekitar Rp 3,2 miliar dari DAK tersebut.

Baca Juga: Lewat Zumba dan Jus Buah Lokal, Eka Sastra Ajak Ribuan Warga Kota Bogor Hidup Sehat

Irvan sempat meminta maaf pada warga Cianjur tetapi tak mengakui perbuatannya. Permintaan maafnya itu disebut Irvan karena lalai mengawasi bawahannya sehingga melanggar hukum. [detik]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya