01 April 2019

Berita Golkar - Partai Golkar dinilai pro caleg milenial atau kalangan muda. Berdasarkan data internal DPP Golkar, setidaknya ada 133 caleg milenial dari 573 caleg DPR Se-Indonesia di Pemilu Legislatif 2019. 

"Dengan jumlah 133 atau 23,21 persen, caleg milenial Golkar ini bisa memenangkan Pileg 2019. Bahkan, caleg milenial Golkar nampaknya bukan caleg biasa-biasa saja, mereka ditempa melalui kaderisasi dan berbagai organisasi sayap di internal Golkar," jelas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, di Jakarta, senin (1/4).

Baca Juga: Motivasi Kaum Muda Muara Jawa, Mahyudin Tuturkan Kisah Sukses Dirinya

Ujang mengapresiasi Golkar dengan memberikan tempat dan ruang cukup besar bagi caleg milenial. Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, jelas Ujang, Golkar telah mengikuti tren masa depan dengan mengikutsertakan caleg milenial dengan jumlah besar.

Apa yang dilakukan Partai Golkar, lanjut Ujang, akan membuat basis kekuatan semakin luas merambah pemilih milenial. "Cara ini adalah untuk mengambil ceruk milenial dan memperluas basis Golkar. Dengan demikian, anggapan Golkar adalah partai orang tua terbantahkan," tegasnya.

Ujang menilai, saat ini Golkar mengombinasikan generasi milenial dan senior. Yakni menggabungkan kekuatan senior berpengalaman dan pemuda penuh semangat serta penuh harapan.

"Kombinasi ini tentu akan menjadi kekuatan dan partai baru sekelas PSI saja, saya rasa hanya sebatas klaim saja. Mungkin caleg milenial PSI tidak sebanyak dari Golkar," jelas pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini.

Bukan itu saja, tambah Ujang, caleg milenial di Golkar sebenarnya memiliki pengalaman, jaringan dan finansial. Sehingga membuat potensi menang caleg milenial Golkar cukup besar ketimbang caleg milenial partai lain.

"Mereka (caleg milenial) tinggal memaksimalkan apa yang telah mereka miliki. Tinggal caleg milenial mampu menjaga suara bahkan menambah suara," paparnya.

Dukungan Partai Golkar kepada regenerasi dan kaderisasi, kata Ujang, sudah terlihat jelas dengan banyaknya caleg milenial Golkar.

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta Pemilih Milenial Tidak Apatis Dengan Politik

"Kalau partai lain pakai artis, Golkar memilih regenerasi dan pemilihnya lebih banyak dari milenial. Saya berkeyakinan Golkar bisa di posisi kedua. Karena caleg milenial bisa menambah power perolehan suara Golkar. Mereka biasa bergerak di media sosial dan komunitas. Jangan lupa Soekarno selalu mengedepankan pemuda untuk pembangunan bangsa," tutupnya. [merdeka]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya