02 April 2019

Berita Golkar - Tindakan pencopotan yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) terhadap Ketua DPD Golkar Kabupaten Batubara dan Tapanuli Tengah menjadi polemik.

Banyak pihak yang menyatakan bahwa, apa yang dilakukan Ahmad Doli Kurnia Tanjung selaku Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut menyalahi aturan. Sejumlah pihak pun menyarankan, agar DPP Partai Golkar mengevaluasi kinerja dan mengganti Plt Ketua DPD Golkar Sumut.

Baca Juga: Dipecat Sepihak Ahmad Doli Kurnia Dari Ketua Golkar Batubara, Fahri Iswahyudi Kecewa

Sahlul Umur Situmeang yang merupakan Kader Senior di Partai Golkar Sumut mengatakan, tindakan memberhentikan tanpa dasar serta tanpa diketahui kesalahan seseorang yang dilakukan Plt Ketua DPD Golkar Sumut adalah pelanggaran berat.

“Saya sampaikan, apa yang disampaikan Pak Anthon Sihombing itu adalah benar. Ditempatkan Doli ini menjadi plt di Sumut bukan membesarkan Partai Golkar. Tapi menghancurkan Partai Golkar,” ujarnya, Senin (1/4) malam.

Ia menjelaskan, sebagai Plt, Ahmad Doli Kurnia tidak boleh melakukan pergantian orang yang secara konstitusional dan sah diangkat secara aklamasi di partai. Orang tersebut tidak boleh diberhentikannya sewenang-wenang.

“Golkar ini bukan milik dia. Di daerah saya di Tapanuli Tengah, di pltkannya orang yang tak mengerti pula tentang daerah ini. Dibuatnya plt disini saudara Manohan itu tidaklah orang Tapteng. Bagaimana dia bisa membesarkan partai disni. Sekarang Tapteng ini Golkarnya sudah hancur,” ungkap mantan Wakil Sekretaris DPD Golkar Sumut itu.

Sampai sekarang, lanjutnya, dari informasi yang ia dapat, belum dilakukan pelatihan untuk saksi Partai Golkar di Tapteng. “Ini bakal hancur lagi. Saksi-saksinya pun tidak jelas. Banyak ngawur itu, kacau. Jadi orang yang dijadikan plt orang yang tidak menguasai lapangan,” bebernya.

“Jadi Doli ini sudah melakukan kesalahan fatal. Lebih bagus dia diganti saja, atau lebih baik mundur. Kalau dia tidak paham tentang ke partaian mundur,”tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, biasanya ada evaluasi yang dilakukan dari DPP Partai Golkar. Evaluasi itu dilakukan per tiga bulan. Namun, ia tidak megetahui apakah evaluasi tersebut dilakukan atau tidak. “Enggak ngerti juga kita gimana. Apakah Doli dievaluasi oleh DPP atau tidak. Sampai sekarang Golkar Sumut bisa hancur ditangan Doli,” katanya lagi.

“Lebih bagus DPP yang ambil alih kembali kepengurusan Golkar Sumut ini. Ditunjuk plt yang baru, kalau Golkar mau memang di Sumut. Bisa hancur ditangan dia (Ahmad Doli Kurnia) ni,” pungkas Sahlul.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Partai Golkar, Capt. Anthon Sihombing dalam kunjungannya ke Desa Simodong, Kecamatan Seisuka, Kabupaten Batubara mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Ahmad Doli Kurnia merusak Golkar Sumut.

“Doli itu perusak. Doli itu telah merusak Golkar Sumut dan harus digusur,”tegas Anthon. Prihatin dengan apa yang terjadi di tubuh DPD Golkar Sumut, ia pun menyatakan akan berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Baca Juga: Dicopot Ahmad Doli Kurnia Dari Ketua Golkar Batubara, Fahri Iswahyudi Meradang

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahir ketika dikonfirmasi tak menjelaskan secara detail alasan pencopotan Ketua DPD Golkar Batubara dan Tapteng.

“Udahlah, itu masalah internal. Enggak usah di publikasikan. Kan itu suatu kebijakan,” ujar Riza. IIni masalah internal, jadi enggak usah dibukalah ya. Nanti enggak enak,” tandasnya. [jawapos]

fokus berita : #Sahlul Umur Situmeang


Kategori Berita Golkar Lainnya