05 April 2019

Berita Golkar - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Gede Sumarjaya Linggih mengaku telah mendengar kabar adanya penangkapan calon anggota DPR RI Dapil Bali dari Partai Golkar, I Ketut Sudikerta.

Menurutnya, partai Golkar, tidak bisa serta merta mengambil sikap terhadap posisi Sudikerta, yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, itu . Karena masih mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus ini.

Selain itu, aturan partai mengamanatkan pengambilan keputusan terkait hal tersebut menunggu keputusan inkracht atau yang berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga: Golkar Prihatin dan Minta Ketut Sudikerta Kooperatif

"Kalau soal pencalegan, itu ranahnya di KPU. Tetapi rasanya aturan KPU juga baru bisa mencoret caleg apabila keputusan sudah inkracht," kata Sumarjaya Linggih, di Denpasar, Kamis (5/4).

Disinggung apakah penangkapan Sudikerta ini akan berpengaruh pada suara Golkar dalam Pemilu 2019, Sumarjaya Linggih yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI ini menepisnya.

Menurut dia, tak terlalu pengaruh signifikan bagi Partai Golkar terkait penangkapan mantan wakil gubernur Bali itu.

"Ada pengaruhnya sedikit, tetapi tidak signifikan. Penangkapan Sudikerta juga tidak akan berpengaruh pada target suara Partai Golkar pada Pemilu Legislatif 2019 ini," katanya.

Dikatakan, sejak awal Partai Golkar sudah bekerja maksimal untuk Pemilu 17 April 2019. Karena itu, kasus yang menimpa Sudikerta ini diyakininya tidak memberikan pengaruh signifikan bagi perolehan suara maupun target Partai Golkar di Pulau Dewata.

Baca Juga: Tabuh Baleganjur di Kampanye Terbuka, Golkar Buktikan Politik Selaras Adat

"Ini kan kerja panjang. Sementara pemilihan sudah kurang dari dua minggu lagi. Jadi tidak berpengaruh banyak. Sedikit saja," ujarnya. [gatra]

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih


Kategori Berita Golkar Lainnya