06 April 2019

Berita Golkar - Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya, Indonesia hanya kalah dari China dan India.

Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan bahwa memang Jokowi pernah menjanjikan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen, namun kondisi global tidak sesuai harapan.

Baca Juga: Terkait Relaksasi Pajak, Misbakhun Ingin Contoh Kebijakan Trump

"Masyarakat harus tahu dan realistis. Saat itu Pak Jokowi mewarisi pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami penurunan sejak tahun 2010-2011 karena penurunan harga komoditas," ungkapnya di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Misbakhun menjelaskan, setahun setelah Jokowi sebagai presiden, ia berusaha menahan agar angka pertumbuhan ekonomi yang mulai mendekati 4,9 persen itu tetap bertahan pada kisaran 4,9 pesen atau bahkan mendekati 5 persen.

"Alhamdulilah Pak Jokowi bisa mengangkat sampai 5,1 atau mendekati 5,2," ujar Politisi Partai Golkar itu.

Menurut Misbakhun, yang harus dipahami masyarakat adalah adamya kondisi global dan regional yang tidak pernah dialami sebelumnya, yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di angka 5 persen.

Misbakhun pun membantah anggapan sejumlah pihak yang menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi stagnan. Sebab, setiap tahunnya angka pertumbuhan ekonomi terus meningkat, mulai dari 5,02 persen, 5,05 persen sampai 5,17 persen dan itu bukanlah angka yang rendah.

Misbakhun mengatakan, angka itu merupakan sebuah prestasi di saat kondisi global tidak menentu akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, ada kondisi pertumbuhan ekonomi China yang cenderung mengalami penurunan.

"Ekonomi China menurun dari pertama double digit hingga sekarang di kisaran 6 persen hampir 7 persen. India yang dulu sekitar hampir 10 persen mendekati double digit sekarang hanya 7,2 persen. Kemudian ada situasi global di mana semua prediksi proyeksi pertumbuhan selalu dipangkas IMF dan World Bank, karena ada kondisi ketidakpastian global yang harus diantisipasi terhadap pertumbuhan ekonomi," katanya.

Oleh karena itu, Misbakhun pun memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,17 persen yang dicapai Jokowi adalah pertumbuhan ekonomi yang terbilang cukup tinggi.

"Indonesia hanya kalah dari India dan China. Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih bagus dibanding negara emerging market lainnya seperti Rusia, Turki, Afrika Selatan, Brazil. Pertumbuhan ekonomi 5,17 adalah yang terbaik," ujarnya.

Baca Juga: Pasca Tax Amnesty, Misbakhun Tuntut Pemerintah Terapkan Relaksasi Bagi Korporasi

Indonesia, lanjut Misbakhun, berusaha memperkuat ekonomi domestik supaya pertumbuhan ekonomi tetap stabil di atas 5 persen. Perekonomian diperkuat dengan pembangunan infrastruktur seperti interkoneksi di Jawa, Sumatera, dengan pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, pembangunan di wilayah perbatasan dan menurunkan biaya logistik.

"Ini adalah upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Pembangunan infrastruktur yang masif tersebut saya yakin dalam waktu dekat akan mulai dituai oleh pemerintah karena bagaimana nanti pertumbuhan kawasan dan bagaimana pemerintah mengisi konten kawasan itu akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang," ungkap Caleg Petahana dari Dapil Jawa Timur II itu. [akurat]

fokus berita : #Misbakhun


Kategori Berita Golkar Lainnya