11 April 2019

Berita Golkar - Berita bohong atau hoaks biasanya bertebaran menjelang pemilihan umum seperti pilkada maupun pilpres. Banyak masyarakat yang termakan dengan berita yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan salah satu pihak tertentu, khususnya yang menjadi lawan politiknya.

Baca Juga: Meutya Hafid Bantah TKN Paksa 13 Ribu Karyawan BUMN Hadiri Konser Putih Jokowi

Belum lama ini muncul berita hoaks yang menyatakan server Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah disetting untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Berita ini tentu saja berbahaya karena menggiring opini bahwa KPU sudah berbuat curang untuk memenangkan salah satu calon.

Untuk melawan berita hoaks tersebut, KPU melaporkan pembuat dan penyebar berita fitnah tersebut. Pada Sabtu 6 April 2019, polisi menangkap dua tersangka penyebar berita hoaks tersebut.

Kedua tersangka ditangkap di dua tempat terpisah. Satu orang lelaki ditangkap di Ciracas Jakarta Timur dan seorang lagi, ibu rumah tangga di tangkap di Lampung. Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan di kepolisian.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Meutya Hafid mengapresiasi langkah KPU untuk melaporkan berita yang merugikan pasangan calon 01 ini.

"Saya apresiasi langkah KPU yang melaporkan ke pihak kepolisian. Saya juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang langsung bergerak dan menangkap pelaku penyebaran berita hoaks," katanya, Kamis (11/4).

Politikus Golkar ini menilai hoaks yang beredar saat ini sangat tidak masuk akal. Namun, dia yakin masyarakat sudah bisa membedakan kabar benar dan berita fitnah. Masyarakat dinilainya sudah cerdas dan bisa menilai siapa yang gemar menyebar hoaks.

"Semua berita hoax ini sepertinya mengarah untuk melakukan delegitimasi Pemilu. Seharusnya kita semua menjaga pesta demokrasi ini berlangsung secara jujur dan adil, seperti diungkapkan Capres 01 Jokowi, juga harus berlangsung menyenangkan," tutur Meutya.

Menurut dia, upaya mendelegitimasi pemilu tidak akan dibiarkan. "Pemilu yang memakan biaya besar ini harus berlangsung sukses, Pemilu ini diselenggarakan untuk rakyat," tandasnya.

Baca Juga: Meutya Hafid Kutuk Keras Aksi Teror Bom Sibolga

Dia yakin KPU menjunjung transparansi sampai pada proses perhitungan surat suara di pemilu 2019 mendatang.

Proses penghitungan suara nantinya bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat dan hasil rekapitulasinya dapat diakses melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

"Mari kita kawal pesta demokrasi lima tahunan ini dengan baik. Beri kepercayaan kepada institusi yang sudah mendapat mandat untuk menjalankan Pemilu ini. Semoga kita mendapatkan pemimpin yang terbaik yang sudah terbukti kerjanya, bukan yang baru mau coba-coba. Pemimpin yang optimis bukan yang pesimis, apalagi yang menyatakan negara sedang sakit, padahal negara kita saat banyak mendapat pengakuan internasional," tuturnya. [sindonews]

fokus berita : #Meutya Hafid


Kategori Berita Golkar Lainnya