15 April 2019

Berita Golkar - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan industri manufaktur saat ini mampu memberikan kontribusi besar kepada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 20 persen.

Dengan begitu, sangat tidak tepat kalau Indonesia dikatakan sebagai negara yang mengalami deindustrialisasi.

“Dari capaian 20 persen tersebut, Indonesia menempati peringkat kelima di antara negara G20,” kata dia di acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Kampanye Usai, Airlangga Ucapkan Terima Kasih Pada ARB, Akbar dan Agung

Airlangga menegaskan, industri manufaktur memegang peranan penting terhadap pertumbuhan. Apalagi, saat ini Indonesia telah masuk dalam 16 besar negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia.

“Karena pertumbuhan ekonomi dan kontribusi industri kita bagus, maka Indonesia menjadi country partner di Hannover Messe pada tahun 2022,” imbuh dia.

Di samping itu, posisi sumbangsih manufaktur Indonesia terhadap PDB saat ini berada setelah China, mencapai 29,3 persen. Kemudian, disusul Korea Selatan (27,6 persen), Jepang (21 persen) dan Jerman (20,7 persen).

"Kalau kita lihat rata-rata kontribusi manufaktur dunia saat ini sekitar 15,6 persen. Jadi, sudah tidak ada satu negara di manapun yang di atas 30 persen,” ungkap dia.

Jika dibandingkan era tahun 90-an ketika kontribusi manufaktur Indonesia yang saat itu menyentuh angka 30 persen, PDB Indonesia secara keseluruhan adalah USD 95 miliar.

“Nah, sekarang 20 persen itu dari USD 1.000 triliun. Jadi tentu magnitude-nya berbeda. Dulu sekitar USD 300 miliar, saat ini skalanya sudah naik 10 kali,” jelas dia.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Apresiasi Peran Aktif Tokoh Senior Di Kampanye Golkar

Dengan capaian-capaian tersebut, kata Airlangga sangat tidak benar kalau Indonesia dikatakan sebagai negara yang mengalami deindustrialisasi. [liputan6]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya