19 April 2019

Berita Golkar - Pasca pilpres jumlah investasi yang masuk ke Indonesia diramal makin deras. Sebab, selama ini para investor wait and see menunggu hasil pilpres.

“Berdasarkan pengalaman pemilu yang lalu, dunia usaha dan investasi itu selalu meningkat usai pemilu. Pengusaha kan melihatnya tidak sebentar, sejak reformasi sudah 5 kali pemilu. Empat kali pemilu sebelumnya, ekonomi selalu tumbuh setelah pilpres,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menambahkan, bahwa pasca pemilu ini, akan banyak proyek yang segera berjalan yang telah diprogramkan pemerintah.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto Minta Prabowo Buka Data Real Count Internal BPN

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengutarakan harapan yang serupa. dia memberikan catatan bagaimana agar investasi bisa segera tumbuh.

“Membutuhkan kebijakan yang responsif baik permasalahan ekonomi dunia maupun nasional. Selalu kombinasi keduanya. Di dalam negeri sendiri kondisinya seperti apa, hal-hal fundamental yang perlu diperbaiki, apakah itu infrastruktur, SDM, tata kelola, dan birokrasi,” ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Ekonom Asia Development Bank Institute Eric Suganti mengatakan ada fenomena bahwa investor di sektor riil dalam posisi wait and see menunggu hasil pemilu 2019.
Kini, proses pencoblosan pemilu serentak 2019 telah berlangsung. Investor dipastikan akan segera tanamkan modalnya.

Butuh Kepastian

Sementara, pengamat kebijakan publik Sidik Pramono menggarisbawahi satu hal lagi jika ingin invetasi nasional segera tumbuh, yaitu soal kepastian investasi. Tingginya ketidakpastian di Indonesia karena seringkali suatu kebijakan berubah-ubah.

“Banyak faktor yang dapat mengubah suatu kebijakan, namun di Indonesia saya melihat seringkali dikarenakan adanya pergantian pimpinan atau adanya kepentingan lain,” ujar Sidik

Hal tersebut, menurut Sidik, membuat investor yang merujuk pada suatu kebijakan untuk menjalankan bisnisnya harus mengalami kerugian karena kebijakannya berubah dan tidak sejalan dengan rencana bisnis yang sudah disusun oleh investor. Contohnya seperti polemik yang terjadi di Pelabuhan Marunda antara PT Karya Citra Nusantara (KCN) dengan BUMN, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Baca Juga: Hasil Quick Count Golkar di 2 Besar, Airlangga Hartarto Optimis

Kuasa Hukum PT Karya Citra Nusantara (KCN) Juniver Girsang mengatakan, bahwa banyak investor yang ingin berusaha di Indonesia merasa khawatir akan mengalami kerugian akibat dari ketidakpastian. “Apa yang dialami oleh KCN sungguh sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin kerja sama yang sudah disepakati sejak lama dapat diubah oleh KBN yang menjadi mitranya, bahkan sampai digugat. Ini merupakan bukti nyata dari buruknya iklim investasi di Indonesia.” kata Juniver. [rmco]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya