22 April 2019

Berita Golkar - Ratusan relawan partai Golongan Karya (Golkar) Kota Ambon, yang direkrut sebagai saksi pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di kota Ambon, hingga kini hak hak mereka belum juga dilunasi. Padahal proses pencoblosan pada Pemilu serentak telah berakhir.

Baca Juga: Cerdaskan Pemilih Maluku, Freddy Latumahina Gelar Pendidikan Politik

Salah satu saksi partai Golkar yang bertugas di wilayah Nusaniwe, Widya Sahuteru kepada media ini Senin (22/4/2019) mengungkapkan. Sesuai kesepakatan, setiap saksi yang direkrut partai Golkar guna menjadi saksi pada TPS TPS di kecamatan Nusaniwe, dibayar per saksinya sebesar Rp.250.000.

“Saat itu yang merekrut kami adalah ketua Golkar Kecamatan Nusaniwe, Marlen Nikijulluw. Dan sesuai kesepakatan kami diberikan uang jasa sebesar Rp.200.000 ditambah uang makan sebesar Rp.50.000 per orang, ” jelas Sahuteru.

Ditambahkannya, saat hendak bertugas saksi partai Golkar di Kecamatan Nusaniwe yang berjumlah 478 orang saksi, diberikan uang sebesar Rp.100 ribu. Dan sisanya yakni sebesar Rp.150.000, akan diberikan setelah para saksi menyerahkan formulir C1 kepada DPD II golkar Kota Ambon.

Namun lanjutnya, setelah para saksi ini menyerahkan formulir C1 sesuai syarat yang diajukan DPD II golkar Kota Ambon kepada partai tersebut, ternyata sisa uang jasa mereka tidak jua dilunasi.

“Kami lantas menghubungi Marlen Nikijulluw selaku ketua Golkar Nusaniwe guna menanyakan hak hak kami. Dan selanjutnya kami diarahkan untuk ke kantor DPD II Golkar Kota Ambon. Disana kami bertemu dengan pak Max Siahay selaku sekretaris dan kami menanyakan sisa hak kami yang belum dibayarkan, ” urainya.

Saat itu tambah Sahuteru, DPD II golkar kota Ambon lewat Max Siahay bersikeras, bahwa partai Golkar Kota Ambon hanya akan menambah Rp. 50.000 saja. Sedangkan sisanya yakni Rp.100 ribu tidak akan dibayarkan.

Baca Juga: Sejahterakan Maluku, Edison Betaubun Siap Rampungkan RUU Daerah Kepulauan

Diakui Salhuteru, sebanyak 478 orang saksi Golkar di kecamatan Nusaniwe menjadi heran dengan sikap DPD II Golkar Kota Ambon. Yang tidak mau melunasi sisa uang jasa mereka.

“Hal ini kan tidak sesuai dengan kesepakatan awal saat kami direkrut sebagai saksi. Dimana perjanjiannya kami akan diberikan uang jasa sebesar Rp.250.000 per saksi. Namun nyatanya DPD Golkar Kota Ambon ingkar janji. Dan apa yang kami tuntut adalah hak kami, karena kami telah melaksanakan tugas kami selaku saksi, ” pungkasnya. [tribun-maluku]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya