22 April 2019

Berita Golkar - Partai politik (parpol) perlahan mulai buka-bukaan terkait capaian pada pemilihan legislatif (pileg) tahun ini. Sebagian masih malu-malu. Namun ada juga yang terang-terangan memastikan target kursi bisa tercapai. Padahal saat ini masih dalam proses penghitungan atau rekapitulasi tingkat kecamatan.

Partai Golkar berkeyakinan bahwa pada pileg kali ini akan mengunci alias memperoleh kenaikan kursi sebanyak 100 persen di DPRD provinsi. Sekarang ini, partai berlambang pohon beringin itu memiliki lima kursi di DPRD provinsi.

Baca Juga: Agati Sulie Mahyudin Siap Bedah 6000 Rumah di 14 Kabupaten di Kalteng

“Kami masih tetap optimistis dengan target, kendati jumlah penghitungan masih jauh dari data yang masuk dari rekan-rekan di tempat pemungutan suara (TPS). Optimistis dapat minimal 10 kursi di DPRD provinsi,” kata Sekretaris DPD Golkar Kalteng Suhartono Firdaus dikutip dari Kalteng Pos, Minggu (21/4).

Namun sejauh ini, kata dia, masih banyak suara yang belum masuk dari TPS se-Kalteng. Hasil laporan dari lapangan, banyak hasil pleno yang tidak sesuai dengan C-1. Artinya, masih perlu diperbaiki di tingkat PPK. Karena itu, ada kemungkinan untuk bertambah atau berkurang suara Golkar.

“Kami sudah mendapatkan informasi dari setiap kabupaten/kota. Faktor kelelahan yang mengakibatkan banyak data yang tidak akurat. Bahkan ada yang tertukar suara sesama caleg Golkar,” tuturnya.

Melihat kesalahan yang banyak terjadi, pihaknya belum berani memberikan komentar terkait jumlah suara yang akan diraih maupun jumlah kursi yang pasti. Pihaknya akan menunggu hasil pleno PPK. Dalam kesempatan itu Suhartono juga menyoroti perlu adanya peningkatan kemampuan atau skill petugas KPPS, di mana ada TPS yang selesai tepat waktu, namun ada juga yang masih lambat.

“Prosedur harus sama dan pelaksanaan mesti lebih efisien. Banyaknya pemilih yang berpartisipasi serta adanya lima lembar kertas suara yang harus dicoblos, maka proses pencoblosan dapat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat waktu,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW NasDem Kalteng Hj Mukaramah mengungkapkan, pihaknya belum memastikan jumlah raihan suara maupun kursi yang diperoleh, karena masih menunggu hasil rekapitulasi di tingkat PPK.

“Kalau untuk provinsi kami optimistis bahwa di setiap dapil bisa dapat satu kursi. Mudah-mudahan bisa lebih. Tetutama untuk dapil I dan dapil III,” sebutnya.

Pihak NasDem yakin akan mendapatkan minimal 3 kursi perwakilan dapil untuk wilayah kota. Disinggung soal nama calegnya, Hj Mukaramah belum bisa memastikan karena masih terjadi kejar-mengejar perolehan suara antarcaleg.

“Proses penghitungan berjalan aman dan lancar. Belum menerima laporan yang prinsip. Di kota, prosesnya berjalan lancar. Begitu juga di daerah,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPW PAN Kalteng H Darwan Ali mengungkapkan, sebelum adanya hasil pleno KPU, pihaknya belum dapat menyampaikan hasil raihan suara atau perkiraan jumlah kursi yang akan diraih.

“Kami takut kalau akan terjadi perubahan nanti. Kami dari PAN tetap optimistis meraih kursi dan mengalami penambahan suara. Tapi kami belum dapat menentukan jumlah yang pasti,” jelasnya.

Berdasarkan hasil hitung suara di laman pemilu2019.kpu.go.id, hingga tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, ada 500 lebih TPS yang sudah dilakukan penghitungan. Artinya, sudah masuk sekitar 6 persen dari total 8.133 TPS. Hasil sementara, PDI Perjuangan kembali memimpin dengan perolehan hampir 15 ribu suara dari lima daerah pemilihan (dapil) atau 17 persen, disusul NasDem 15 persen, Golkar, dan Demokrat.

Ketua DPC Partai Gerindra Kobar Triyanto mengatakan, berdasarkan data suara sementara yang sudah masuk, pihaknya sudah mengantongi perolehan kursi untuk DPRD kabupaten.

“Yang jelas data yang kami kumpulankan sementara, 5 kursi (DPRD kabupaten) sudah di tangan,” kata Triyanto kepada Kalteng Pos.

Meski demikian, Triyanto menjelaskan, data yang dimiliki adalah perolehan suara berdasarkan penghitungan yang dilakukan internal partai menggunakan model C-1, sebagai dasar pegangan dan kebutuhan partai sendiri.

“Sementara untuk hasil pastinya kami menunggu keputusan penghitungan resmi dari KPU Kobar,” sebutnya.

Berbeda dengan Gerindra, parpol lainnya sepakat untuk tidak membuka kepada publik soal data perolehan suara partainya pada pemilu 2019. Kebijakan itu diambil agar tidak menimbulkan kegaduhan politik di lapangan akibat saling klaim suara.

Baca Juga: Mukhtarudin Pastikan Jokowi Menang Lebih Dari 55 Persen di Kalteng

Saat dikonfirmasi awak media, DPD Partai Golkar Kobar enggan membuka data terkait perolehan suara berdasarkan C-1 yang didapat dari saksi partai. Pihaknya berdalih ingin menjaga situasi daerah tetap kondusif agar tak ada kegaduhan politik usia pelaksanaan pemilu serentak 2019.

“Kalau soal data kami ada semuanya. Ini hanya untuk konsumsi internal partai, bukan untuk publik. Kita telah sepakat akan hal itu guna mengantisipasi kemungkinan perbedaan dan saling klaim suara,” ungkap salah satu petugas partai saat ditemui di Kantor DPD Golkar, Minggu (21/4). [kaltengpos]

fokus berita : #Suhartono Firdaus


Kategori Berita Golkar Lainnya