22 April 2019

Berita Golkar - Partai Golkar Boyolali masih optimistis bisa mendapatkan empat kursi di DPRD Boyolali.

Perolehan ini turun dari hasil Pemilu Legislatif 2014 di mana saat itu Golkar bisa mengantongi 6 kursi. Partai Golkar pun menerima kekalahannya dalam Pemilu Legislatif 2019 dan siap melakukan evaluasi.

Seperti diketahui, lembaga legislatif di Boyolali diprediksi makin dikuasai PDIP dengan proyeksi perolehan 35 kursi hingga 36 kursi.

Baca Juga: Putus Rantai Mafia, Dina Hidayana Minta Subsidi Pupuk Dialihkan

Prediksi awal berdasarkan hitung cepat internal PDIP Boyolali, di dapil II yang menyediakan 6 kursi, PDIP berpotensi memborong semua kursi. Hal ini terjadi jika tidak ada partai lain yang memperoleh suara lebih besar dari hasil pembagian ke-6 ganjil dalam Sainte Lague (dibagi angka 11).

Namun, belakangan Partai Golkar punya peluang mendapatkan satu kursi di dapil II tersebut. PDIP pun meng-update proyeksinya sehingga menjadi 9 kursi di dapil I, 5 kursi di dapil II, 5 kursi di dapil III, 8 kursi di dapil IV, dan 8 kursi di dapil 5.

Wakil Ketua Bappilu Bagian Saksi dan Penguatan Suara DPD Golkar Boyolali, Agus Ali Rosidi, mengatakan berdasarkan perhitungan internal, partai berlambang pohon beringin ini masih bisa mendapatkan 4 kursi di DPRD Boyolali.

“Jadi jika penghitungan PDIP mereka menyapu semua kursi [6 kursi] di dapil II, tapi perhitungan internal kami, di dapil II kami masih bisa dapat satu kursi. Nah, ini masih dihitung kemungkinan di antara dua caleg [Sarwono dan Agus Waluyo],” kata Agus Ali, Minggu (21/4/2019).

Sementara itu, di dapil I Boyolali Partai Golkar kemungkinan besar hanya akan mendapat 1 kursi, begitu pula di dapil II, III, dan IV. Dapil I kemungkinan diperoleh Fuadi (Ketua DPD Golkar Boyolali), dapil II bersaing dua caleg Sarwono dan Agus Waluyo, di dapil III atas nama caleg Hesti Pranyani, dan dapil IV Agus Ali Rosidi.

Jika proyeksi tersebut nantinya tidak meleset dari ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka dua petahana Golkar yakni Diana Christiningrum (dapil III) dan Esta Ady Atmoko (dapil I), tumbang.

Baca Juga: Endang Srikarti Handayani Gelontorkan Pupuk Murah Bagi Para Petani di Lereng Merapi

Partai Golkar menerima jika perolehan suara mereka turun pada pemilu kali ini. Semua caleg di partainya sudah bekerja maksimal. Namun menurutnya mungkin ada yang terlewat, misalnya komunikasi dengan masyarakat yang seharusnya dibangun sejak awal dan dilakukan kontinyu agar tujuan tercapai.

“Pesta demokrasi sudah berjalan baik dan masyarakat sudah menentukan pilihan. Kita harus terima kenyataan dan kami akan evaluasi. Dengan bertahan atau tidaknya jumlah kursi kita tetap harus melakukan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Pimpinan Golkar Nogosari itu. [solopos]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya