23 April 2019

Berita Golkar - Pemkab Berau hingga sampai saat ini terus berbenah untuk mengatasi persoalan sampah, agar Kabupaten Berau bisa mencapai target bebas sampah. Karena itu Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM mengimbau kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga diimbau untuk mengurangi volume sampah, dengan cara mengelola maupun memanfaatkan sampah sebelum dibuang, agar ada nilai ekonomi.

Baca Juga: Hetifah Optimis Golkar Raih 3 Kursi DPR, 13 Kursi DPRD Kaltim dan 5 Kursi DPRD Berau

Menurut anggota DPRD Berau, Ir HJ Elita Herlina MM, imbauan Bupati Muharram ini harus didukung semua lapisan masyarakat. Sebab, kata Elita, pengelolaan saja menurutnya tidak cukup, harus ada pemanfaatan sampah, yang dapat menghasilkan pupuk organik, atau gas metan sampah, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, yang mampu meminimalisir pengeluaran.

Untuk itu pemanfataan sampah, baik dari hulu sampai hilir harus dapat benar-benar dilaksanakan. Kegiatan pemanfaatan sampah ini juga dapat dikampanyekan, untuk mengetuk kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan. Diharapkan, muncul peran aktif semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha dalam pengelolaan sampah.

Untuk itu Elita mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu untuk menjadi pelopor pemanfaatan sampah. “Sebab keberadaan bank sampah di daerah ini belum dimanfaatkan secara maksimal, maka para ASN perlu didorong menjadi pelopor pemanfaatannya,” katanya.

Para ASN menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat, pasti akan lebih mudah menyosialisasikan keberadaan bank sampah dan pemanfaatannya.

“Sudah lama daerah ini memiliki bank sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), namun belum optimal dimanfaatkan menyebabkan nasabahnya pun masih sedikit,” ujarnya.

Untuk itu Elita berharap, urusan persampahan menjadi perhatian Pemerintah Daerah sedini mungkin, agar bisa tertangani dengan mudah.

“Kita harus mengelola sampah dengan baik, sebab daerah ini potensial berkembang pesat seiring pertambahan penduduk yang terus terjadi, maka jangan sampai sampah menjadi persoalan yang sulit ditangani di kemudian hari,” ujarnya.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, mengemukakan, jumlah ASN yang tergolong banyak di Bumi Batiwakkal, bisa digerakkan menjadi pelopor dan nasabah bank sampah agar pemanfaatannya tidak hanya efektif, namun semakin dikenal masyarakat hingga di desa-desa.

Baca Juga: Fraksi Golkar Desak Pemkab Berau Bangun Infrastruktur Bagi Masyarakat Pedalaman Kelay

Langkah awalnya kata Elita, seluruh ASN diwajibkan menyimpan satu kilo gram sampah plastik setiap bulan untuk disetor ke bank sampah. Jika dalam sebulan terkumpul seribu kilo gram sampah, maka dipastikan tidak ada sampah yang berserakan di sekitar lingkungan rumah maupun kantor, sekaligus pemanfaatan bank sampah pun lebih efektif.

Sudah tentu, menurut Elita, pengelolaan sampah yang baik akan sangat berarti bagi lingkungan kita. Apalagi sampah plastik akan memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola di bank sampah. Dampaknya pun daerah ini nantinya akan bisa menjadi nomintor peraih penghargaan di bidang lingkungan. Tukasnya.  [beritakaltim]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya