24 April 2019

Berita Golkar - Paska penyelenggaraan pemilu, sejumlah masalah harus diselesaikan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku dengan undang-undang. Meski demikian, secara keseluruhan Pemilu Serentak yang digelar pada 17 April 2019 sukses diselenggarakan dengan baik dan harus disyukuri oleh seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Mahyudin Sayangkan Capres-Cawapres Tak Angkat Isu Pemberdayaan UMKM

Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua MPR RI Mahyudin. "Pemilu sudah baik, jangan membongkar yang sudah baik dijalankan. Permasalahan yang timbul cari solusi terbaik, jangan gegabah dan buru-buru. Cari akar permalasahannya jangan grasa-grusu, harus betul-betul semua pihak memikirkan baik-baik," katanya, usai memandu sumpah/janji Anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019, di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (24/4). 

Terkait sistem pelaksanaan pemilu, Mahyudin menyebut ada beberapa hal yang perlu diapresiasi dan dievaluasi. Hal yang perlu diapresiasi adalah pelaksanaan pemilu serentak selama sehari sangat efisien, tidak membuat masyarakat pemilih bosan dan partsipasi masyarakat sangat luar biasa, baik berpartispasi sebagai pemilih dan berpartispasi sebagai pertugas penyelenggara di TPS.

Namun yang menjadi evaluasi adalah saat ini dan tahun mendatang perkembangan teknologi sangat luar biasa pesat. Untuk itu penggunaan teknologi digital pada saat pemilihan perlu menjadi catatan penting.

Pemanfaatan teknologi modern tersebut akan semakin mempermudah pelaksanaan pemilu sampai pada penghitungan dengan sangat cepat tidak sampai memakan waktu lama.

"Hal yang juga menjadi catatan, evaluasi dan kajian adalah begitu banyaknya korban meninggal dunia dan sakit dari para petugas pelaksana di TPS karena sangat lelah dalam bertugas. Itu kejadian yang sangat membuat miris dan disesalkan. Ribetnya pemilu, mengakibatkan kerja dari KPPS luar biasa berat. Hal tersebut menjadi catatan sangat penting KPU bagaimana mengolah satu sistem pelaksanaan pemilu yang efisien, mudah dan cepat tapi tetap mengusung prinsip jurdil," ujarnya.

Pemilu ke depan, lanjut Mahyudin, juga harus menjadi pemilu yang murah. Dibuat sistem agar tidak ada lagi politik berbiaya tinggi. Sistem politik saat ini memaksa para parpol serta para caleg mengeluarkan biaya yang sangat mahal.

Baca Juga: Mahyudin Nilai Pemilih Cerdas Takkan Tergoda Money Politics dan Hoax

"Biaya politik yang sangat mahal bisa mengarah kepada kejahatan korupsi untuk mengemablikan biaya-biaya mahal yang sudah dikeluarkan saat kampanye," katanya.

Acara PAW sendiri berlangsung khidmat. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin memandu mengucapkan sumpah atau janji sebagai anggota MPR RI masa jabatan 2014-2019, dua anggota baru MPR yakni Hasan Husaeri dari Fraksi PPP MPR dan Evita Wari dari Fraksi Hanura MPR, disaksikan beberapa pejabat eselon II Sekretariat Jenderal MPR RI serta tamu undangan. [liputan6]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya