29 April 2019

Berita Golkar - Target Partai Golkar meraih 18 persen suara pada Pemilu 2019 gagal dicapai. Kader Golkar Agus M Santoso pun berharap Airlangga Hartarto tidak lagi menjadi ketua umum Golkar. Airlangga Hartarto dianggap gagal dalam memimpin Partai Golkar. Buktinya, dari target 18 persen suara pada Pemilu 2019, Golkar diprediksi hanya akan meraih maksimal 15 persen suara.

"Saya berharap jangan lagi pilih ketua umum yang merangkap jabatan sebagai menteri sehingga tidak concern mengangkat partainya menjadi besar," ujar Agus di Jakarta, Senin (29/4/2019). Anggota Komisi II DPR RI asal Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) ini menginginkan ada perubahan kepemimpinan Golkar pada Munas mendatang. Menurutnya, Airlangga bukanlah tipe pejuang atau tipe petarung.

Baca juga: Kampanye Usai, Airlangga Ucapkan Terima Kasih Pada ARB, Akbar dan Agung

Menurut salah satu ketua Kosgoro ini, banyak yang sebenarnya menginginkan perubahan kepemimpinan di Partai Golkar. Cuma, baru dia yang berani menyuarakannya. Agus menyebut Golkar butuh ketum yang sosoknya seperti Akbar Tandjung yang mau turun ke bawah dan berhadapan dengan yang mereka berbeda. "Banyak orang seperti itu (seperti Akbar Tandjung)," katanya.

Dia pun berharap, dengan adanya pergantian kepemimpinan nanti, Partai Golkar akan lebih baik. "Jangan puas dengan nomor dua (peringkat kedua pemilu)," katanya. Agus mendengar ada selentingan yang ingin mempertahankan Airlangga sebagai ketua umum. "Ada apa? Hasil pemilu merupakan hasil ujian, ijazah yang dikeluarkan rakyat bahwa dia tidak mampu membawa suara Golkar mencapai 15 persen," tegasnya.

Baca juga: Agung Laksono Nilai Airlangga Berhasil Kembalikan Marwah Partai Golkar

Diketahui, berdasarkan rilis hasil hitung cepat KedaiKOPI, Partai Golkar meraih 12,50 persen suara atau berada di bawah PDIP yang meraih 18,97 persen suara. [sindonews]

fokus berita : #Agus M Santoso


Kategori Berita Golkar Lainnya