29 April 2019

Berita Golkar - Perolehan kursi DPRD Karawang yang diraih DPD Partai Golkar Karawang pada Pemilu 2019 tidak sesuai harapan. Bukannya menambah kursi, kursi Golkar di DPRD Karawang justru jeblok dibanding hasil Pileg 2014 dan jauh dari target yang telah ditetapkan.

Menyikapi hasil itu, aktivis Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI/organisasi sayap Partai Golkar-red), Dona Romdona, meminta kepengurusan DPD Golkar Karawang di bawah kepemimpinan Sukur Mulyono perlu dievaluasi.

"Partai Golkar Karawang perlu dievaluasi karena hasil Pileg 2019 tidak menggembirakan. Pada Pemilu 2014 mendapatkan 8 kursi di DPRD Kabupaten Karawang, sekarang turun menjadi 7 kursi," ucapnya kepada Portaljabar.net, Senin (29/4/2019).

Lebih lanjut Dona, mengatakan, kegagalan Pileg 2019 ini dipicu lantaran DPD Partai Golkar Karawang tidak mampu mendorong kader-kader yang potensial untuk dijadikan caleg yang pada akhirnya berimplikasi pada hasil Pemilu yang jeblok.

"Padahal Ketua Partai Golkar Karawang Sukur Mulyono pernah mengatakan bahwa Golkar memiliki target 14 kursi, kenyataannya jeblok. Mempertahankan aja tidak bisa apalagi capai target," tandasnya.

Menurutnya, hasil Ini merupakan sejarah terburuk Partai Golkar di Karawang di Pemilu 2019.

"Sekali lagi perlu dievaluasi agar Partai Golkar Karawang bisa move on (melupakan kegagalan-red) di kemudian hari," tandasnya.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Karawang, Sukur Mulyono, hingga berita ini naik belum memberikan tanggapannya. Portaljabar.net berusaha menghubunginya, namun telepon selularnya tidak aktif. [portaljabar]

fokus berita : #Dona Romdona


Kategori Berita Golkar Lainnya