01 Mei 2019

Berita Golkar - Perolehan kursi Partai Golkar di Kabupaten Gowa, turun drastis pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Pada pileg 2014, Partai Golkar Gowa meraih sembilan kursi di DPRD.

Ketua DPD II Golkar Gowa Hoist Bachtiar mengatakan, pihaknya semula memasang target sembilan kursi DPRD Gowa pada Pemilu 2019.

Target ini awalnya dinilai realistis sesuai perolehan Golkar pada Pemilu 2014 lalu.

Akan tetapi, Hoist Bachtiar mengaku hasil Pemilu kali ini tidak sesuai target awal. Golkar terancam kehilangan empat kursi dan kini menurunkan target jadi lima kursi.

Baca Juga: Ini Ancaman Nurdin Halid Bila Golkar Kalah di Pemilu 2019

"Sebenarnya target kita sembilan, tapi kayaknya tidak bisa terpenuhi. Semoga bisa dapat lima kursi," kata Hoist dikutip dari  Tribun Timur, Rabu (1/5/2019).

Hoist mengaku Partai besutan Airlangga Hartarto ini, menerjunkan enam caleg petahana untuk mengulang kembali kemenganan Pemilu lima tahun lalu. Sejumlah strategi juga telah dipersiapkan.

Akan tetapi, Hoist mengakui Partai Golkar kalah bersaing dengan parpol lain kali ini. Empat caleg petahana bahkan terancam ikut tumbang.

"Berat. Ada beberapa yang gugur. Walaupun kami punya 6 incumbent bertarung kembali, tapi baru dua yang kemungkinan lolos," sambung Hoist.

"Ada beberapa yang tidak sesuai ekspektasi. Beberapa di dapil dua tidak memungkinakan. Di dapil 3 kita bersengketa, saling tarik menarik. Dapil 4 dan 6 juga berat," papar Hoist.

Ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana konstalasi pertarungan yang dihadapi Golkar di sejumlah Dapil. Ia hanya menyebut ada sejumlah faktor yang membuat Golkar kalah bersaing.

Baca Juga: Hamka B. Kady dan Ernawati Tahang Berpotensi Jadi Wakil Golkar Dari Sulsel I

"Pertama kemampuan caleg sendiri yang lemah memperoleh suara, walaupun perencanaan dan ekspretasinya besar. Namun kelihatannya strategi di lapangan yang menentukan," tandas Hoist. [tribunnews]

fokus berita : #Hoist Bachtiar


Kategori Berita Golkar Lainnya