05 Mei 2019

Berita Golkar - Ketua Fraksi DPR RI Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng Bapa tolak tegas Wisata Halal di Labuan Bajo, ini gerakan yang akan dilakukannya bersama warga NTT.

Penolakan wisata halal ini disampaikan Melchias Markus Meeng Bapa dikutip POS-KUPANG.COM Minggu (5/4/2019).

Mekeng mengatakan, para wisatawan datang ke NTT termasuk ke Labuan Bajo untuk melihat keaslian dan kearifan budaya lokal yang ada di wilayah tersebut.

Baca Juga: Melchias Mekeng Apresiasi Kebijakan Moneter BI Hadapi Fluktuasi Kurs Dollar AS

Karena itu wisata halal hendaknya tidak diterapkan di Labuan Bajo pada khususnya dan NTT pada umumnya.

"Jangan dipaksakan untuk kepentingan yang tidak sesuai dnegan kerifan lokal yang ada, khususnya yang ada di Labuan Bajo pada khususnya dan NTT pada umumnya," tegas pria asal Kabupaten Sikka ini.

Menurut Mekeng, tidak semua tempat mesti menjadi wisata halal sehingga harusnya rencana untuk menerapkan wisata halal di Labuan Bajo bisa dianulir.

"Silahkan saja membuat wisata halal di tempat lain tapi jangan di Labuan Bajo atau di NTT. Sebab di NTT ada banyak sekali budaya dan kearifan lokalnya. Saya kuatir, hal ini mulai masuk dari Labuan Bajo, nanti akan masuk ke daerah atau kabupaten lain di NTT. Maka akhirnya seluruh wilayah NTT akan diterapkan wisata halal, terus nanti kearifan dan budaya lokal NTT bagaimana," geram Mekeng.

Mekeng mengingatkan bahwa di NTT itu 80-an persen penduduk NTT beragama Kristen Protestan dan Katholik, sehingga jika diterapkan wisata halal maka kearifan lokal akan tergeser bahkan hilang.

"Biarkan masyarakat itu hidup dengan budaya masing-masing. Kalau orang luar mau datang ke NTT ya silahkan saja. Tapi jangan datang lalu merusak budaya dan kearifan lokal yang sudah ada selama ini di NTT, salah satunya dengan menerapkan Wisata Halal itu," kata Mekeng.

Mekeng juga memberi kritik terhadap otoritas wisata.

"Otoritas wisata kalau tidak mengerti jangan bikin wisata halal itu di Labuan Bajo dan NTT. Kalau mau menarik wisata datang ke NTT, berikan infrastruktur yang baik, listrik yang baik, jalan raya yang baik, air yang banyak, bukan malah bikin regulasi yang bisa merubah kearifan dan budaya lokal di NTT. Sepertinya ketua otoritas itu bukan orang NTT," kesal Mekeng.

Karena itu, demikian Mekeng, dalam waktu dekat, dia akan berkordinasi dengan Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, para tokoh budaya, tokoh agama, tokoh masyarakat dan LSM di wilayah NTT untuk bisa menolak Wisata Halal di Labuan Bajo dan NTT.

"Saya akan segera diskusikan hal ini dengan Gubernur, Wakil Gubernur dan anggota DPRD Propinsi NTT dari Fraksi Golkar untuk tolak Wisata Halal di Labuan Bajo dan di NTT," kata Mekeng.

Mekeng juga mengajak seluruh masyarakat NTT, Tokoh agama, tokoh adat dan LSM untuk bergandengan tangan bersama-sama tolak Wisata Halal di Labuan Bajo dan NTT.

Baca Juga: Melchias Mekeng Larang Legislator Golkar Minta Proyek Dan Cukupkan Diri Dengan Gaji

"Jangan sampai orang luar yang mendikte orang asli. Mestinya yang datang ke NTT mengikuti dan menghormati serta menghargai budaya dan kearifan lokal yang ada di NTT, bukan mereka malah meminta orang NTT untuk mengikuti kemauan mereka dari luar. Saya kalau ke Singapura, saya akan mengikuti dan menghargai budaya Singapura, kalau saya ke Eropa maka pun saya akan ikuti dan hargai budaya Eropa," kata Ketua Pemenangan Indonesia Timur Partai Golkar ini.

Untuk diketahui, kontroversi branding halal untuk wisata Labuan Bajo di Provinsi NTT memang mengejutkan publik NTT.

Akhir Bulan April 2019 lalu, Kementerian Pariwisata menggelar sosialisasi pariwisata halal di Labuan Bajo. [tribunnews]

fokus berita : #Melchias Mekeng


Kategori Berita Golkar Lainnya