07 Mei 2019

Berita Golkar - Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan harus kehilangan 6 (enam) kursi anggota DPRD dalam pemilihan legislatif (Pileg) 17 April 2019.

Dikutip dari Bonepos.com, Selasa, 7 Mei 2019, Partai Golkar dalam pemilu serentak ini hanya mampu meraih 9 (sembilan) kursi DPRD.

Baca Juga: Kursi Golkar Anjlok Dari 18 Jadi 13 Kursi DPRD Sulsel, Risman Pasigai Ungkap Penyebabnya

Kursi Golkar harus tergerus dan kehilangan enam kursi, dimana dalam pemilu legislatif 2014 lalu partai berlambang pohon beringin ini berhasil merebut sebanyak 15 kursi di DPRD Bone.

Dapil V (Bone Utara) yang selama ini menjadi lumbung suara Golkar pada setiap Pemilu, kali ini justru tergerus dan harus kehilangan 1 kursi dari sebelumnya 3 kursi.

Hal yang sama juga dialami Partai Golkar di tiga Dapil lainnya di Bone, yakni Dapil I, II dan III, dimana ketiga Dapil tersebut Golkar hanya mendapatkan 4 kursi saja, padahal pada Pemilu 2014 lalu Golkar berhasil memperoleh 7 kursi.

Satu-satunya basis suara Golkar yang mampu dipertahankan yakni Dapil IV (Bone Barat), dimana di Dapil ini Golkar mempertahankan 3 kursi.

Untuk Dapil Bone Barat ini, Caleg Petahana Golkar, Irwandi Burhan berhasil memecahkan rekor perolehan suara terbanyak dari 45 caleg terpilih di DPRD Bone yakni sebanyak 6.861 suara.

Perolehan 3 kursi Golkar di Dapil ini tidak terlepas dari perolehan suara Irwandi, yang mampu mendongkrak suara partai Golkar sehingga mampu mengunci kursi ke 7 dari 8 kursi yang ada.

Kursi Pimpinan DPRD dan Ketua Komisi

Meski perolehan kursi tergerus, namun Golkar tetap memimpin di DPRD Bone dengan mempertahankan kursi Ketua DPRD, namun untuk komposisi ketua Komisi di DPRD Golkar terancam terdepak.

Tergerusnya kursi Partai Golkar tentu di luar ekspektasi mereka, karena secara percaturan politik, Bone yang merupakan lumbung suara Golkar dianggap mampu mempertahankan jumlah kursi yang ada.

Namun di luar dugaan, beberapa partai politik peserta pemilu mampu meraih kursi dimana sebelumnya tidak mendapatkan kursi. Selain itu, ada juga partai politik yang jumlah kursinya bertambah.

Kondisi tersebut otomatis membuat kursi Golkar harus tergerus dari 15 kursi menjadi sembilan kursi karena "dikeroyok" partai politik lainnya yang mana berhasil menambah dan mendapatkan kursi.

Beberapa partai politik peserta pemilu yang berhasil mendapatkan dan menambah jumlah kursi yaitu Partai Demokrat, sebelumnya hanya mampu meraih 4 kursi bertambah menjadi 5 kursi.

Kemudian Partai PKB di luar dugaan, dimana sebelumnya hanya mendapatkan 1 kursi DPRD namun dalam pemilu serentak 2019 berhasil merebut 3 kursi.

Sementara itu, PDI-P yang pada pemilu sebelumnya hanya mendapat 2 kursi di DPRD kini berhasil menambah 1 kursi pada Pemilu kali ini.

Baca Juga: Real Count KPU Tuntas, Golkar Kehilangan 2 Kursi DPRD Dapil Sulsel VII

Empat partai politik tersebut yaitu Demokrat, PKB dan PDI-P menunjukkan grafik positif dalam pertarungan politik 2019 dan mampu mengganggu Partai Golkar dalam perebutan kursi.

Sedangkan untuk Partai Nasdem, perolehan kursi-nya pada Pemilu 2019 ini berkurang menjadi 4 kursi saja. Dengan demikian posisi Wakil Ketua DPRD bakal berpindah ke Demokrat. [bonepos]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya