07 Mei 2019

Berita Golkar - Politisi senior Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, kembali terpilih menjadi anggota DPR RI untuk keenam kalinya. Pada Pemilu 2019, Agun mendapat suara tertinggi di antara Caleg DPR RI Partai Golkar di Dapil Jabar X (Ciamis, Banjar, Pangandaran dan Kuningan) dengan meraih 59.045 suara.

Baca Juga: Posisi Golkar Tak Tergoyahkan di Jawa Barat, Agun Gunandjar Ucap Terima Kasih

Sementara Partai Golkar sendiri di Dapil Jabar X mendapat 1 kursi dengan memperoleh 173.415 suara. Untuk kursi DPR RI di Dapil Jabar X, setiap parpol yang meloloskan wakilnya ke Senayan masing-masing hanya mendapat satu kursi dari 7 kursi yang diperebutkan. 7 Caleg yang lolos ke Senayan adalah Agun Gunandjar Sudarsa (Golkar), Surahman Hidayat (PKS), Ardhya Pratiwi (Gerindra), Muhammad Nurdin (PDIP), Asep Mausul (PPP), Didi Irawadi (Demokrat) dan Yanuar Prihatin (PKB).

Dari tujuh caleg yang lolos, empat diantaranya adalah incumbent atau kini tengah menjabat sebagai Anggota DPR RI. Empat incumbent itu yaitu Agun Gunandjar Sudarsa, Surahman Hidayat, Asep Mausul dan Yanuar Prihatin. Sementara satu incumbent dari PAN yaitu Budi Youyastri tidak terpilih kembali, karena PAN tidak mendapat kursi.

Sedangkan incumbent dari PDIP yaitu Puti Guntur Soekarno Putra kini maju di Dapil Jawa Timur. Sementara incumbent dari Partai Demokrat Amin Santono tidak mencalonkan lagi karena terjerat kasus hukum. Kini, gantinya PDIP meloloskan Muhammad Nurdin dan Partai Demokrat meloloskan Didi Irawadi. Kedua politisi itu bukan wajah baru. Karena pada periode 2009-2014 sempat menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Jabar X. Hanya, pada Pemilu 2014 keduanya gagal melenggang ke Senayan.

Wajah baru untuk DPR RI dari Dapil Jabar X adalah Ardhya Prawiti dari Partai Gerindra. Pada Pemilu sebelumnya, Gerindra tidak memiliki kursi di Dapil Jabar X. Namun, setelah putri dari Joko Santoso ini mencalonkan di Dapil Jabar X, kini Gerindra mendapat kursi. Ardhya sendiri mendapat 69.932 suara atau pencapaian suara yang sangat luar biasa untuk pendatang baru.

Yang fenomenal adalah Agun Gunandjar Sudarasa. Pria asal Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis ini selalu menang di setiap Pemilu dan lolos menjadi anggota DPR RI selama enam periode. Dari enam Pemilu yang diikutinya, mulai dari Pemilu 1997, 1999, 2004, 2009, 2014 dan 2019, Agun berangkat dari Dapil Jabar X. Maka tak heran nama Agun Gunandjar Sudarsa sudah familier di telinga masyarakat Ciamis, Banjar, Pangandaran dan Kuningan.

“Alhamdulillah, saya terpilih kembali untuk yang keenam kalinya secara berturut turut sebagai Anggota DPRI RI dari mulai Pemilu 1997. Selama mencalonkan di Pileg, saya berangkat dari partai yang sama dan daerah pemilihan yang sama pula,” ujarnya, dalam keterangan pers tertulis yang dikirim ke redaksi HR Online, Senin (06/05/2019).

Agun pun mengucapkan terima kasih kepada rekan, sahabat dan masyarakat yang sudah turut membantu dan mendoakannya. “Semoga Allah SWT senantiasa memberi bimbingan dan petunjuknya,” ujarnya.

Pilpres dan Pileg Berkorelasi

Menurut Agun, Pileg pada Pemilu 2019 tentunya berbeda dengan Pileg sebelumnya. Pileg kali ini lebih berat karena disatukan dengan perhelatan Pilpres. Menurutnya, Pileg dan Pilres 2019 yang disatukan membawa dampak sangat kuat terhadap pemenangan keduanya.

“Sepanjang pengamatan saya di lapangan di Dapil Jabar X, Pileg dan Pilpres akan dimenangkan keduanya apabila kedua syarat terpenuhi,” ujarnya.

Agun mengatakan, apabila sebuah parpol ingin mendongkrak suara di Pemilu 2019, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, kata dia, seluruh kader parpol harus konsisten atas garis keputusan partai dalam mengusung paslon Pilpres. Kedua, soliditas partai dan seluruh elemen kekuatan pendukung.

“Apabila kedua syarat itu dilakukan, maka antara suara partai dengan suara capres yang diusung partai tidak akan berselisih sangat jauh. Kecuali didapatkan hal-hal tertentu yang sifatnya khusus atau kasuistik,” ujarnya.

Agun mencontohkan, kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Kota Banjar karena Partai Golkar sebagai pengusungnya menjadi parpol pemenang Pemilu. Begitu juga kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Kabupaten Pangandaran, karena Partai Golkar pemenang kedua dan PDIP pemenang pertama di Pangandaran. “Artinya, Pilpres dan Pileg sangat berkorelasi,” imbuhnya.

Berbeda dengan kemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Ciamis. Menurut Agun, meski Prabowo-Sandi menang di dua kabupaten tersebut, namun pemenang Pileg-nya adalah PDIP yang dimana pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ciamis dan Kuningan memang berbeda. Karena apa? Karena faktanya konsistensi dan soliditas perjuangan partai-partai pengusung serta para caleg dari paslon 02 jauh lebih baik dibandingkan dengan konsistensi dan soliditas dari struktur masing-masing partai maupun perjuangan caleg-calegnya dari paslon 01,” terangnya.

Hal itu, kata Agun, bisa dilihat dari hasil Pileg 2019 di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan, dimana suara caleg terpilih dari parpol pengusung Prabowo-Sandi suaranya cukup siginifikan.

“Partai dan caleg paslon 02 memdominasi suara pemenangan Pileg di Kuningan dan Ciamis. Akhirnya, perolehan suara partai di Dapil Jabar X kini berubah tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya, dimana PKS berada di posisi kedua dan Gerindra di posisi ketiga. Sementara PDIP masih berada di posisi pertama dan Golkar kini turun di posisi keempat,” katanya.

Artinya, terang Agun, kemenangan Prabowo-Sandi di Ciamis dan Kuningan sangat relevan dengan perolehan yang sangat signifikan dari PKS dan Gerindra. Dengan kemenangan di dua kabupaten besar itu pun PKS dan Gerindra berhasil menggeser posisi Golkar yang menang di Banjar dan posisi kedua di Pangandaran. “Hal itu bisa terjadi karena tidak adanya konsistensi dan soliditas partai dan para calegnya dari Paslon 01 di Ciamis dan Kuningan,” ujarnya.

Baca Juga: Agun Gunandjar Desak PPS Tempel Hasil Perhitungn Suara di Tempat Umum

Agun menegaskan hal itu tentu harus menjadi pembelajaran berharga buat urus partai kedepan yang lebih baik. “Jadi, struktur partai harus mau dan mampu bergotong royong serta bersinergi. Dalam hal ini juga penting sekali konsistensi dan soliditas diantara sesama partai dan caleg yang telah mengikatkan diri mengusung salah satu paslon capres. Artinya, tidak berjuang sendiri-sendiri,” pungkas Agun Gunandjar Sudarsa. [harapanrakyat]

fokus berita : #Agun Gunandjar


Kategori Berita Golkar Lainnya