07 Mei 2019

Berita Golkar - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Sarmuji tiba-tiba keluar dari gedung KPK. Dia mengaku baru saja menjalani pemeriksaan terkait Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif Sofyan Basir.

"Pengetahuan saya tentang PLTU sama Sofyan Basir," kata Sarmuji saat keluar dari KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Baca Juga: Sarmuji Puji Implementasi PSBI Pada Produksi Pasca Panen Bawang Merah di Nganjuk

Nama Sarmuji sendiri tak ada di jadwal pemeriksaan KPK hari ini. Dia tak menjelaskan detail soal dirinya diperiksa untuk siapa.

Sarmuji lalu mengaku tak tahu soal pertemuan eks anggota DPR Eni Maulani Saragih dengan Sofyan Basir. Dia hanya mengatakan ditanya soal biodata dirinya dan partai.

"Dikit saja, tentang biodata saya, tentang Eni Saragih, Partai. Soal itu aja," ucap Sarmuji.

Hari ini KPK memeriksa sejumlah saksi untuk Sofyan. Salah satunya Plt Dirut PLN Muhamad Ali.

Sarmuji sendiri diketahui merupakan pihak yang mengaku mengembalikan uang Rp 713 juta ke KPK terkait dugaan suap PLTU Riau-1. Dia mengatakan uang yang ditujukan untuk keperluan Munaslub Golkar itu diterimanya dari Eni.

Sofyan ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga membantu mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih mendapatkan suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. KPK menduga Sofyan dijanjikan jatah yang sama dengan Eni dan Idrus Marham, yang lebih dulu diproses.

KPK menduga Sofyan berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi. Sofyan pun disebut ada di berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek ini.

Baca Juga: Serap Aspirasi Terkait RUU Masyarakat Hukum Adat, Sarmuji Pimpin Baleg Kunker ke Riau

Sofyan sudah diperiksa KPK sebagai tersangka. Dia mengaku menghormati proses hukum di KPK, meski membantah menerima janji fee terkait proyek PLTU Riau-1. [detik]

fokus berita : #Sarmuji


Kategori Berita Golkar Lainnya