08 Mei 2019

Berita Golkar - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily mendesak supaya pelaksanan Pemilu Serentak 2019 segera dievaluasi. Evaluasi mencakup fakta bahwa ‎masyarakat lebih antusias untuk aktif dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) daripada Pemilihan Legislatif (Pileg).

Baca Juga: Ace Hasan Janjikan Kinerja DPR Periode 2019-2024 Bakal Lebih Baik

Hal ini bisa terlihat dari angka partisipasi pemilih yang lebih besar memilih Pilpres daripada memilih calon legislatif di berbagai tingkatan. Padahal dari segi peran, antara eksekutif dan legislatif, dalam hal kebijakan dua-duanya sangat penting dalam konteks peran pemerintahan.

Kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/5/2019) Ace Hasan Syadzily menjelaskan, ‎dalam penyelenggaraannya pun, KPU tidak memberikan porsi yang sama dalam hal penyelenggaraan pileg dibandingkan dengan pilpres. Ada debat Pilpres, tapi tidak diakomodasi debat Pileg. Dalam kampanye juga demikian. Perhatian publik lebih banyak tersedot untuk kampanye Pilpres daripada Pileg.

"Gagasan partai politik tidak banyak disampaikan dibanding gagasan Capres," tutur Ace Hasan Syadzily yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.

Ace Hasan Syadzily melihat, dari segi penyelenggaraan pemilu, semangat efisiensi penyatuan pemilu ini juga tidak tercapai. Jumlah TPS yang lebih banyak tentu berimplikasi terhadap sumber daya manusia yang dibutuhkan. Petugas KPPS jadi lebih banyak, pengawas pemilu juga menjadi bertambah, dan tentu logistik pemilu juga demikian.

Baca Juga: Raih 76.293 Suara, Ace Hasan Melenggang Ke Senayan Dari Dapil Jabar II

"Dalam hal pelaksanaan pencoblosan memerlukan waktu yang lebih lama. Belum lagi dalam perhitungan suara. Akibatnya para petugas TPS banyak yang kelelahan," tutur Ace Hasan Syadzily. [beritasatu]

fokus berita : #Ace Hasan


Kategori Berita Golkar Lainnya