08 Mei 2019

Berita Golkar - Partai Golongan Karya (Golkar) Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, mengaku bakal melaporkan Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial (Dinsos) Bulukumba.

Pasalnya, program untuk warga kurang mampu itu, diduga telah dijadikan sebagai alat politik oleh partai tertentu, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ini.

Olehnya, Hamzah Pangki yang juga Ketua DPRD Bulukumba itu, mengaku, bakal melaporkan PKH Bulukumba ke Kementerian Sosial (Kemensos), di Jakarta, dalam waktu dekat ini.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Harap Sulsel Masih Jadi Lumbung Suara Golkar di Pileg 2019

Menurut Hamzah Pangki, pengarahan para pendamping PKH untuk memilih calon legislatif (Caleg) tertentu, merupakan pelanggaran yang nyata.

"Para pendamping dikerahkan atas arahan Kepala Dinsos untuk memenangkan partai tertentu di Pileg lalu. Ini tidak bisa dibiarkan, kita akan laporkan ini ke Kementerian," ujar Hamzah Pangki.

Laporan tersebut, kata Hamzah, agar ada efek jerah kepada oknum pelaku agar tak mengulangi kembali, terlebih pada 2020 mendatang, Bulukumba kembali bakal menggelar pesta demokrasi.

"Saya akan melaporkan ke Kemensos hal ini supaya hal ini tdk terjadi dalam Pilkada Bulukumba nanti. Karena bisa saja hal ini dilakukan kembali," tambah Hamzah.

Saat dikonfirmasi, Rabu (8/5/2019) siang, Kepala Dinsos Bulukumba, Syarifuddin, tak membenarkan hal tersebut.

"Tidak ada begitu. Cuman tuduhan itu, saya tidak ada begitu-begituan. Ini sudah lewat diungkit lagi," kata Syarifuddin melalui telepon.

Baca Juga: Menyisir Pemilih Dari Rumah ke Rumah, Hamzah Pangki Puji Relawan Nursyam Halid

Ia mengaku bakal segera mengklarifikasi hal tersebut dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, saat ini ia sedang mengikuti latihan kepemimpinan (Latpim) di Makassar, sekitar 158 kilometer kota Bulukumba. tribunnews]

fokus berita : #Hamzah Pangki


Kategori Berita Golkar Lainnya