10 Mei 2019

Berita Golkar - Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan Joko Widodo membuat kabinet zaken, jika terpilih kembali di periode 2019-2024. Hal itu disampaikan Anggota Dewan Pengarah BPIP, Ahmad Syafii Ma'arif ketika bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Kamis, 9 Mei 2019.

Baca Juga: Ace Hasan Nilai Jokowi Berhak Reshuffle Kabinet di Akhir Periode

Terkait dengan usul tersebut, partai koalisi Jokowi dalam pemilu presiden 2019 menyatakan penyusunan final kabinet nantinya tetap diserahkan sepenuhnya pada Jokowi sebagai presiden bila terpilih kelak.

Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily, mengatakan bahwa pemilihan sosok-sosok dalam kabinet adalah sepenuhnya hak presiden. Itu merupakan hak prerogatif presiden terpilih kelak.
Ace mengatakan zaken kabinet adalah hal yang positif. Para ahli juga dimungkinkan dari berbagai kalangan, tidak menutup kemungkinan dari partai politik. Namun, peran partai politik tidak bisa begitu saja dikesampingkan.

"Kami berpandangan bahwa dari kalangan politisi atau partai politik juga banyak yang memiliki kompetensi dan profesionalitas sesuai dengan bidangnya," ujar Ace, ketika dihubungi, Jumat, 10 Mei 2019.

Ia mengatakan bahwa saat ini juga banyak ahli di berbagai bidang yang aktif di partai politik. Ahli yang datang dari kalangan parpol juga bisa berperan besar dalam menopang jalannya pemerintahan. "Peran parpol patut dipertimbangkan dalam menjalankan pemerintahan," tutur Ace.

Baca Juga: Hanya Bertengger Di Posisi 2, Golkar Ikhlas Tak Dapat Jatah Ketua DPR

Sementara itu, BPIP menilai bahwa pembentukan zaken kabinet dibutuhkan agar presiden lebih berdaulat dan maksimal dalam menentukan tim kerjanya. Ia berharap Jokowi mau mempertimbangkan usul itu bila kelak terpilih.

[medcom]

fokus berita : #Ace Hasan


Kategori Berita Golkar Lainnya