10 Mei 2019

Berita Golkar - Independent and Public Opinion (IPO) Institute berusaha mengawal penghitungan suara caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel II yang akan di pleno di KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Selain itu juga IPO Institute menepis isu yang sudah tersebar di media sosial tentang beberapa Nama Caleg DPR RI yang lolos ke Senayan padahal tidak demikian. Serta memberikan informasi alternatif berbasis data Hitung Cepat dan DB1 bukan hasil quick count.

Baca Juga: Simulasi Hitung Suara, Golkar Diprediksi Raih 3 Kursi Dari Sumsel

“Sangat disayangkan banyak sekali media maestream yang meng-upload beberapa nama yang terpilih di DPR RI dapil Sumsel II. Padahal dilapangan tidak demikian. Bahkan ada yang menyatakan terdapat beberapa wilayah yang tidak memiliki suara di parlemen sungguh ini tidak masuk di akal. Sayangnya pernyataan sosial media tersebut tidak berdasarkan fakta apapun juga,” kata Direktur Eksekutif IPO Institute, Ahmad Muhaimin, M Si kepada wartawan di York Cape , Palembang, Kamis (9/5).

Apalagi menurutnya, akibat isu kecurangan yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang banyak merugikan banyak peserta pemilu dan mengesampingkan amanah (suara) rakyat. “Kami juga terpanggil untuk mengawal proses pleno KPU Provinsi agar profesional melalui penyampaian hasil pengamatan IPO Institute yang objektif berupa data Hitung Cepat dan Rekap DB1 Pleno KPU Kabupaten,” katanya.

Menurutnya, sejak dari 2011-2012 sampai saat ini ia masih berkecimpung di lembaga survei sendiri. Memang pihaknya selalu tidak lupa ketika ada pertentangan pemilihan kepala daerah pemilihan caleg dan sebagainya ia selalu ikut andil berkontribusi dalam mengawal proses demokrasi.

“Kita sebenarnya agak telat, harusnya kita merilis hasil sebelum rapat pleno. Tapi biarlah kita samakan data kita dengan data dari KPU. Sejauh ini data kami dengan yang dimiliki oleh KPU hanya terdapat 1% margin heror. Ini membuktikan bahwa data yang dimanipulasi selama ini tidak benar adanya,” katanya.

Selain itu menurutnya, sejauh ini semua berbasis data di kumpulkan dari DB 1. Sebenarnya juga pihaknya sudah melakukan quick count sendiri tapi tidak di publikasikan. Dia pun beserta tim datang ke Kabupaten Kabupaten dan Kota yang ada untuk mengumpulkan data semua TPS di Sumsel 2.

“ Untuk DPR RI untuk Sumsel I menurut saya sudah benar informasi yang beredar di masyarakat,” katanya.

Dari datanya ia menyimpulkan yang terpilih itu yang pertama :

Golkar meraih 2 kursi dengan suara 373.898 ( H Alex Noerdin dan Bobby A Rizaldi), Nasdem meraih 1 kursi dengan suara 366.119 (Percha Leanpuri), Gerindra meraih 1 kursi dengan suara 305.018 (Sri Meliana) , PDIP meraih 1 kursi dengan suara 285.088 (Yulian Gunhar) , PKB meraih 1 kursi dengan suara 212.425 (Bertu Merlas).

Lalu Demokrat meraih 1 kursi dengan suara 195.161 (Wahyu Sanjaya) , PAN meraih 1 kursi dengan suara 132.666 (Hanna Gayatri) dan PKS meraih 1 kursi dengan suara 122.526 (Iqbal Romzi).

“Hanya saja nanti dengan dinamika yang terjadi di KPU Provinsi bisa jadi akan bergeser posisi seperti Nasdem itu bisa kemungkinan dapat 2 kursi tapi masih kejar-kejaran dengan PKS dan sejauh data yang kita dapatkan PKS yang mendapatkan kursi terakhir,” katanya.

“Saya berharap masyarakat jangan mudah percaya dengan situs atau upload dari sosmed yang tidak resmi. Percayakan hal tersebut kepada KPU semata,” katanya.

Baca Juga: Golkar Raih 12 Dari 75 Kursi, Alex Noerdin Yakin Raih Kursi Ketua DPRD Sumsel

Untuk suara PAN sendiri di 10 Kabupaten di Sumsel yang dia lihat dari hasil quick count memang tidak kelihatan suaranya , tidak terlalu signifikan, masih jauh di bawah PKS.

“Begitu masuk rekapitulasi di TPS-TPS dari sampel TPS Empat Lawang suara PAN bisa mengejar suara PKS, itu enggak tahu memang PAN ini basisnya di Empat Lawang misalnya seperti itu, saya tidak seperti itu, yang jelas data yang kita dapatkan begitu, apa yang terjadi di Empat Lawang kita tidak mengerti, tidak tahu, yang jelas begitu masuk sampling dari Empat Lawang PAN ini lonjakannya siknifikan ,” katanya. [beritapagi]

fokus berita : #Alex Noerdin #Bobby Rizaldi


Kategori Berita Golkar Lainnya