13 Mei 2019

Berita Golkar - Sekretaris DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta karena diduga melakukan politik uang dalam Pemilu Legislatif 17 April 2019. Laporan tersebut dilakukan pada 25 April 2019 ke Bawaslu Jakarta Pusat.

Baca Juga: Basri Baco Pastikan 1 Kursi DPRD DKI Jakarta dari Jakpus

Kuasa Hukum Pelapor, Eko Prabowo yang merupakan pengacara dari AKB Law Firm menjelaskan, dugaan politik uang dilakukan oleh tim sukses calon anggota DPRD Basri Baco yang bernama Nina.

Laporan itu berawal dari kesaksian warga Jalan Menteng Sukabumi RT 003 RW 003, yang menyebut ada pemberian uang sebesar Rp 50 ribu dari Nina, tim sukses Caleg Nomor 1 DPRD DKI Basri Baco.

Selain itu, juga dilaporkan terkait penyalahgunaan alat peraga kampanye pada hari pencoblosan di TPS 26 dan 27 di lapangan Bulutangkis RW 003 Jakarta Pusat.

"Estimasi kejadian jam 10-11 pagi,” kata Eko dalam keterangannya, Senin (13/5/2019).

Lebih lanjut, Eko mengatakan bahwa Bawaslu kini sudah mengambil keterangan dari saksi-saksi.

Berdasarkan keterangan tersebut, para saksi mengaku menerima sejumlah dana dari terlapor dengan imbalan mencoblos salah satu caleg namun pihak terlapor menolak telah melakukan itu.

"Kita akan lihat dalam proses penanganan selanjutnya oleh Bawaslu. Kita sampaikan juga banyak bukti yang cukup mendukung bahwa aksi politik uang itu terjadi,” kata Eko.

Baca Juga: Basri Baco Optimis Golkar Jakpus Mampu Rebut 3 Kursi DPRD DKI Jakarta

Dalam hal ini, Ketua Bawaslu Jakarta Pusat M. Halman Mundar, mengatakan bahwa proses laporan tersebut masih berjalan.

Ia meminta semua untuk menunggu sampai Bawaslu dan Sentra Gakkumdu menyelesaikan tuntas kasus ini [tribunnews]

fokus berita : #Basri Baco


Kategori Berita Golkar Lainnya