16 Mei 2019

Berita Golkar - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Kamis (16/5/2019) memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Pemanggilan Gubernur Rusli Habibie terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

Baca Juga: Partisipasi Pemilih Hingga 90 Persen, Rusli Habibie Puji Masyarakat Gorontalo

Dalam proses pemeriksaan tersebut, Rusli dicecar sekitar 20 pertanyaan dari penyidik. “Saya diberikan kurang lebih 20 pertanyaan, dan pertanyaan tersebut seputar pengadaan lahan GORR, penetapan lokasi, dan pertanyaan kebijakan lainnya,” kata Rusli Habibie kepada wartawan di kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Rusli juga mengaku ditanya oleh penyidik, apakah mega proyek yang disinyalir merugikan negara sekitar Rp86 miliar itu akan dilanjutkan atau tidak.

“Perintah presiden, pembangunan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) harus tetap dilanjutkan,” tegasnya.

Menurut Gubernur dari Partai Golkar ini, proses pengadaan lahan GORR tersebut telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

“Undang-undang nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan lahan, Peraturan Presiden nomor 71 penyelenggaraan pengadaan tanah juga sudah dijalankan,” tutupnya.

Baca Juga: Rusli Habibie Ungkap Alasan Kenapa Warga Gorontalo Harus Pilih Jokowi Lagi

Sekedar diketahui, Gubernur Rusli Habibie diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang disinyalir dari total dana pembebasan lahan kurang lebih senilai Rp 115 Miliar, diduga 80 persen bermasalah. [kronologi.id]

fokus berita : #Rusli Habibie


Kategori Berita Golkar Lainnya