17 Mei 2019

Berita Golkar - Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan harus kehilangan enam kursi DPRD dalam pemilihan legislatif (Pileg) 17 April 2019.

Partai Golkar dalam pemilu serentak ini hanya mampu meraih sembilan kursi DPRD dari 45 kursi DPRD Bone.

Hal itu Berdasarkan pleno terbuka KPU Bone beberapa waktu lalu melalui alokasi pembagian kursi metode Sainte Lague.

Baca Juga: Mengenal Irwandi Burhan, Petahana Peraih Suara Terbanyak di Bone

Pembagian kursi metode Sainte Lague dihitung dengan pembagian keseluruhan suara partai politik dibagi dengan bilangan ganjil 1, selanjutnya 3, 5.

Padahal, pada Pileg 2014 lalu, partai Golkar berhasil mendudukkan 15 wakilnya dengan metode BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) yang digunakan kala itu.

Ketua Golkar Bone Dr A Fahsar M Padjalangi mengakui perhitungan dengan metode Sainte Lague merugikan partai Golkar di daerah.

"Termasuk Bone, penghitungan metode seperti kali ini merugikan parpol peraih suara banyak, misalnya suara Golkar di provinsi meraih suara 94 ribu lebih sama halnya satu kursi dengan partai yang meraih hanya 32 ribu," kata Fahsar, Jumat (17/5/2019).

Selain itu, pria yang menjabat Bupati Bone itu menyebut kursi golkar menurun lantaran semua parpol di Pileg 2019 ini bekerja maksimal.

Kendati perolehan kursi menurun, namun Golkar tetap memimpin di DPRD Bone dengan mempertahankan kursi Ketua DPRD Bone.

Baca Juga: Miris! Golkar Bone Kehilangan 6 Kursi DPRD

Pasalnya, parpol pesaing kedua terdekat hanya mampu meraih lima kursi.

Diketahui, Pileg 2019 lalu, partai Golkar Bone meraih 81. 715 suara parpol dari lima daerah pemilihan(dapil) di Bone.

Masing-masing dua kursi Dapil 1, satu kursi di dapil 2, satu kuris di dapil 3, tiga kursi di dapil 4 dan dua kursi dapil 5. [tribunnews]

fokus berita : #Fahsar Padjalangi


Kategori Berita Golkar Lainnya