17 Mei 2019

Berita Golkar - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin pleno rekapitulasi Pilpres 2019 pada 22 Mei pekan depan berjalan aman. Personel pengamanan juga disiagakan.

"Jadi tenang-tenang saja, tidak akan (terjadi sesuatu). Insyaallah seperti tahun-tahun sebelumnya. Walaupun mendengarkan hasil akhir menegangkan, insyaallah akan berjalan biasa-biasa saja, apalagi partai-partai lebih tenang. Jadi Tanah Air kita insyaallah aman," ujar JK saat bertemu dengan WNI saat berbuka bersama di Wisma Dubes RI di Doha, Qatar, Jumat (17/5/2019).

Baca Juga: Tiru Swiss, Jusuf Kalla Bakal Marakkan Pendidikan Vokasi di Indonesia

Keberhasilan pemilu hingga akhir pleno pengumuman rekapitulasi yang berlangsung aman, menurut JK, menjadi indikator stabilitas politik di negara. Merujuk pada pengalaman sejarah, JK juga menyebut faktor-faktor pemicu ketidakstabilan kondisi sosial masyarakat yang tidak terjadi saat ini.

"Pada tahun 1965 itu karena ekonomi kita rusak, inflasi, beras sulit, minyak susah, BBM sulit. Kemudian terjadi masalah politik, maka terjadi demo besar-besaran, pada akhirnya presiden kita jatuh," sambung JK.

Sedangkan pada tahun 1998, JK menyebut kondisi ekonomi sulit ditambah persoalan politik saat era Soeharto.

"Sekarang dua hal ini tidak terjadi. Setidak-tidaknya ekonomi tidak terjadi, ekonomi bertumbuh 5 persen," sebut dia.

JK juga memastikan pengamanan sudah disiapkan, terutama di sekitar kantor KPU pusat. Pleno rekapitulasi juga digelar saat bulan puasa.

Baca Juga: Jusuf Kalla Nilai Banyak Petugas KPPS Gugur Karena Sistem Rumit dan Tekanan Tinggi

"Kita juga bersyukur ini bulan puasa, tidak mudah mengarahkan orang karena setiap demo butuh minum. Kalau tidak minum, gimana? Kebetulan juga nuzulul Quran," tutur dia. [detik]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya