19 Mei 2019

Berita Golkar - Partai Golkar Kabupaten Gowa hanya meraih tiga kursi dalam pemilihan legislatif tahun ini. Partai besutan Airlangga Hartarto ini kehilangan enam kursi dibanding pemilu sebelumnya.

Ketua DPD II Golkar Gowa Hoist Bachtiar mengatakan, pihaknya semula memasang target sembilan kursi DPRD Gowa pada Pemilu 2019. Target ini awalnya dinilai realistis sesuai perolehan Golkar pada Pemilu 2014 lalu. Akan tetapi, hasil Pemilu kali ini tidak sesuai target awal.

Baca Juga: Kader Golkar Tegas Tolak People Power Di Gowa

"Ada beberapa yang tidak sesuai ekspektasi. Banyak yang gugur. Walaupun kami punya 6 incumbent bertarung kembali, tapi hanya dua (petahana) yang lolos," ungkapnya, Minggu (19/5/2019).

Adapun Ketiga caleg yang lolos adalah Muh Yusuf Sommeng yang terpilih di Dapil 1, Baharuddin T yang terpilih di Dapil 4, serta Baharuddin di Dapil 7. "Kita meraih tiga kursi," katanya.

Dia memaparkan, jika pihaknya semula telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengulang kembali kemenangan pada Pemilu sebelumnya. Salah satunya dengan kembali menerjunkan enam caleg petahana.

Akan tetapi, ia mengakui Partai Golkar kalah bersaing dengan parpol lain kali ini. Empat caleg petahana bahkan ikut tumbang.

Hoist mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat suara partai ini mengalami keterpurukan, dianataranya kemampuan caleg sendiri yang lemah memperoleh suara.

Walaupun perencanaan dan ekspretasinya besar. Namun kelihatannya strategi di lapangan yang menentukan.

Baca Juga: 2014 Berjaya Dengan 9 Kursi, Kini Golkar Gowa Merana Dengan 5 Kursi

Dengan raihan tiga kursi tersebut, Partai Golkar tidak membentuk fraksi sendiri di DPRD Gowa. Golkar mesti membangun koalisi untuk membentuk fraksi gabungan.

"Kita akan coba buka komunikasi dengan parpol yang juga tidak bisa bentuk fraksi, kita mencari kemungkinan buat fraksi gabungan," tandas Hoist. [sindonews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya