20 Mei 2019

Berita Golkar - Partai Golkar gagal mempertahankan dominasinya di Maluku setelah tak mampu mengirim wakilnya sebagai Anggota DPR RI ke Senayan.

Dari hasil rapat pleno rekapitulasi di KPU Provinsi Maluku yang berlangsung pada Senin (20/5/2019), Partai Golkar hanya mampu berada di posisi ke 5 atau satu tingkat dibawa perolehan kursi terakhir yang dipastikan menjadi milik Partai Gerindra.

Baca Juga: Tak Ingin Malu, Said Assagaff Siap Menangkan Golkar dan Jokowi di Maluku

Partai Golkar hanya mampu meraih sebanyak 93.158 suara atau kalah dari PDI-P yang meraih jumlah suara terbanyak dan menjadi pemenang pertama di Maluku dengan total raihan 197.648 suara, disusul Partai NasDem dengan perolehan 118.307 suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan raihan 97.765 suara serta Partai Gerindra dengan meraih 94.298 suara.

“Hasil perolehan suara calon Anggota DPR RI dengan ini kami sahkan,” kata Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun, saat mempimpin rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di Aula Kantor KPU Maluku, Senin (20/5/2019).

Dari hasil rekapitulasi tersebut, caleg incumbent dari PDI-Perjuangan yang dipastikan melengang ke Senayan yakni Mercy Chriesty Barends dengan perolehan suara sebanyak 88.706.

Adapun untuk kursi partai Nasdem diraih oleh Abdullah Tuasikal yang memperoleh suara terbanyak yakni 51.827 suara, kursi PKS diraih oleh Saadiah Uluputy dengan perolehan terbanyak yakni 46.411 suara dan untuk kursi Partai Gerindra diraih oleh Hendrik Lewerissa yang meraih suara terbanyak yakni 60.084 suara.

Terkait gagalnya Partai Golkar mengirim wakilnya di Senayan, Ketua Bapilu Partai Golkar Provinsi Maluku, Hairudin Tuarita yang ditemui di Kantor KPU Maluku mengaku pihaknya sangat terpukul dengan hasil Pileg 2019 di Maluku.

“Kami merasa sangat terpukul dengan hasil ini, sebab Partai Golkar di Maluku memiliki kepala daerah di tiga kabupaten kota yang merupakan Ketua-Ketua DPD Partai Golkar pada tingkatannya, mungkin mereka sudah bekerja tapi belum maksimal,” ungkap dia.

Baca Juga: Cerdaskan Pemilih Maluku, Freddy Latumahina Gelar Pendidikan Politik

Terkait kekalahan Partai Golkar itu, dia mengakui bahwa caleg Partai Golkar banyak yang tidak populer sehingga tidak mampu bersaing dengan partai lainnya dalam situasi yang sangat kompetitif.

"Ke depan ini mungkin akan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujar dia. [kompas]

fokus berita : #Hairudin Tuarita


Kategori Berita Golkar Lainnya