22 Mei 2019

Berita Golkar - Setelah kehilangan kursi kekuasaan di parlemen hasil Pileg 2019, Golkar rancang koalisi besar di Karangasem. Koalisi besar ini bukan hanya untuk persiapan Pilkada Karangasem 2020, namun juga sebagai upaya merebut kursi Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Karangasem 2029-2020.

Berdasarkan hasil Pileg 2019, Golkar harus puas berada di posisi kedua perolehan kursi DPRD Karangasem 2019-2024. Golkar hanya meraih 11 kursi dari total 45 kursi legislatif atau kuasai 24,45 suara parlemen. Ini menurun 2 kursi dari semula 13 kursi legislatif yang direngkuh Golkar di Pileg 2014.

Baca Juga: Musda Golkar Bali, Dukungan Mengalir Untuk Cok Ibah dan Wayan Gredeg

Sedangkan PDIP tampil sebagai jawara Pileg 2019 dengan merebut 12 kursi DPRD Karangasem 2019-2024 atau kuasai 26,67 suara parlemen. Sebelumnya, PDIP sempat disungkurkan Golkar dalam Pileg 2014 lalu ketika mereka harus puas di peringkat kedua dengan raihan 12 kursi DPRD Karangasem 2014-2019.

Sekretaris DPD II Golkar Karangasem, I Gusti Agung Dwi Putra, menyatakan partainya berusaha membangun koalisi besar pasca Pileg 2019, dengan menjajaki parpol parlemen lainnya. Tujuannya, bukan hanya mengumpulkan dukungan untuk Pilkada Karangasem 2020, tapi juga buat merebut kursi Pimpinan AKD DPRD Karangasem 2019-2024.

"Kami telah intensif menjajaki parpol lain untuk galang koalisi. Kami mau membentuk koalisi besar untuk Pilkada Karangasem 2020 dan merebut kursi Pimpinan AKD. Lihat saja nanti,” jelas IGA Dwi Putra saat dikonfirmasi NusaBali di Amlapura, Minggu (19/5).

Golkar sendiri sebetulnya bisa usung paket Cabup-Cawabup secara mandiri di Pilkada Karangasem 2020, karena kuasai 24,45 suara parlemen, melebihi syarat minimal 20,00 suara parlemen. Namun, Golkar ingin tambah kekuatan, sehingga coba menggalang kualisi besar.

Parpol yang dijajaki Golkar untuk berkoalisi, antara lain, Gerindra yang memiliki 5 kursi DPRD Karangasem atau kuasai 11,11 persen suara parlemen. Jika berhasil menggaet Gerindra, Golkar akan mengulangi koalisi mereka dalam Pilkada Karangasem 2015 lalu, ketika mereka usung pasangan I Nyoman Kisid-I Made Sukerana sebagai Cabup-Cawabup. Selain Gerindra, kala itu Golkar juga berhasil menggaet PKS yang punya 1 kursi parlemen.

Sayangnya, dalam Pilkada Karangasem 2015, Golkar dipecundangi NasDem-Hanura-PKPI yang mengusung pasangan IGA Mas Sumatri-I Wayan Artha Dipa sebagai Cabup-Cawabup. Dalam Pilkada Karangasem 2020 nanti, NasDem memenuhi syarat minimal untuk usung paket calon secara mandiri, karena partai besutan Surya Paloh ini memiliki 9 kursi DPRD Karangasem hasil Pileg 2019 atau 20,00 persen suara parlemen.

Satu parpol lagi yang bisa usung paket Cabup-Cawabup secara mandiri di Pilkada Karangasem 2019 adalah PDIP, yang mendominasi 12 kursi legislatif atau 26,67 persen suara parlemen. Sedangkan 5 parpol parlemen lainnya, harus berkoalisi untuk mengusung paket calon, yakni Gerindra, Hanura, Demokrat, Perindo, dan PKS.

Berdasar hasil Pileg 2019, Gerindra meraih 5 kursi atau kuasai 11,11 suara parlemen. Sedangkan Hanura berkekuatan 3 kursi DPRD Karangasem 2019-2024 atau kuasai 6,67 persen suara parlemen. Sementara Demokrat dan Perindu sama-sama meraih 2 kursi atau kuasai 4,44 persen suara parlemen. Sebaliknya, PKS hanya punya 1 kursi legislatif atau 2,22 persen suara parlemen.

Jadi, ada dua kemungkinan untuk 5 parpol papan bawah ini. Pertama, mereka bersatu membangun koalisi untuk bisa mengajukan paket calon ke Pilkada Karangasem 2019. Kedua, mereka merapat ke PDIP atau Golkar atau NasDem untuk ikut usung paket calon.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Karangasem, I Nyoman Suyasa, menyatakan partainya masih wait and see menghadapi tarung Pilkada 2020. Sebenarnya, kata Suyasa, Gerindra cukup berkoalisi dengan Hanura dan Perindo untuk mengusung paket Cabup-Cawabup Karangasem, sehingga memiliki kekuatan 10 kursi atau 22,22 persen suara parlemen.

“Tapi, kami masih lihat situasi. Kami tengah menghitung segala sesuatunya. Setelah hitung-hitungannya tepat untuk berkoalisi, barulah kami perkenalkan figur bakal calon," jelas Suyasa yang notabene Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Gerindra kepada NusaBali secara terpisah, Minggu siang.

Di sisi lain, PDIP selaku pemegang suara mayoritas parlemen hasil Pileg 2019, belum membahas Pilkada Karangasem 2020. Menurut Ketua DPC PDIP Karangasem I Gede Dana, sejauh ini belum ada komunikasi politik guna menggalang koalisi untk Pilkada Karangasem 20120.

Gede Dana sendiri digadang-gadang akan maju sebagai Cabup Karangasem dari PDIP di Pilkada 2019. Namun, Gede Dana mengaku masih menunggu penugasan partai. Lagipula, Gede Dana yang kini menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Karangasem 2014-2019 juga paling dijagokan menjadi Ketua DPRD Karangasem 2019-2024.

“Jika partai menugaskan saya sebagai Ketua DPRD Karangasem, saya siap. Jika ditugaskan maju ke Pilkada Karangasem 2020, saya juga siap," tandas politisi PDIP asal Desa Datah, Kecamatan Abang yang notabene mantan Ketua DPRD Karangasem 2009-2014 ini.

Baca Juga: Musda Dipercepat, 3 Kader Ini Siap Berebut Posisi Ketua Golkar Bali

Di sisi lain, kubu NasDem juga berupaya mencari teman koalisi untuk tarung Pilkada Karangasem 2020. Ketua DPD NasDem Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, mentatakan dalam Pilkada 2015 lalu, partainya berkoalisi dengan Hanura dan PKPI. Bangunan koalisi akan dijajaki lagi untuk Pilkada 2020. "Kami perlu berkoalisi, sambil melirik bakal calon Wakil Bupati," jelas IGA Mas Sumatri yang kini menjabat Bupati Karangasem 2016-2021. [nusabali]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya