23 Mei 2019

Berita Golkar - Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Sumedang menuntut digelarnya musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) DPD Golkar Sumedang.

Sebelumnya para pengurus kecamatan partai berlambang pohon beringin ini melayangkan mosi tidak percaya kepada kepengurusan DPD Golkar Kabupaten Sumedang periode 2016-2020.

Dalam surat Forum Komunikasi PK Partai Golkar bernomor 01/FKPK/GOLKAR/SMD/V/2019 kepada Ketua DPD Golkar Jabar itu berisi permohonan penyelenggaraan musdalub Partai Golkar Sumedang ditandatangani ketua Hasan Supriadi dan Sekretaris Sujatmoko.

Baca Juga: Dituding Gagal Pimpin Golkar, Sejumlah PK di Sumedang Tuntut Sidik Jafar Mundur

"Menanggapi mosi tidak percaya kepengurusan terhadap kepengurusan DPD Golkar Sumedang, kami meminta DPD Golkar Jabar memfasilitasi penyelenggaraan musdalub," tulis surat Forum PK Golkar Sumedang yang ditandatangani Hasan Supriadi.

Menurutnya, timbulnya mosi tidak percaya akibat dari lemahnya kepemimpinan dan kepengurusan DPD Golkar Kabupaten Sumedang yang mengakibatkan tidak tercapainya target politik.

Dalam Pileg 2019, Partai Golkar harus kehilangan tiga kursi dari sebelumnya meraih 10 kursi.

Untuk Pemilu 2019 ini, Partai Golkar menargetkan meraih 12 kursi. Sebelumnya, Partai Golkar juga gagal meraih jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang pada Pilkada 2018.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Jafar Sidik, mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati.

Untuk pemilu 2019, Jafar Sidik juga gagal meraih kursi di DPRD Kabupaten Sumedang.

Musyawarah PK Partai Golkar menuding, pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang tidak maksimal dalam menjalankan program kerja dan kebijakan partai, pengurus Golkar tidak mampu melakukan konsolidasi terhadap PK, pengurus desa, organisasi sayap partai dan hasta karya.

Pengurus DPD Partai Golkar, Jufa, dinilai memaksakan kehendak dan tidak transparan dalam pengelolaan keuangan.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Yogi Yaman Santosa, mengaku kalau ada mosi tidak percaya dan berujung Musdalub.

“Ia memang ada surat mosi tidak percaya dan meminta pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang mengundurkan diri serta dilakukan Musdalub,” kata Yogi melalui sambungan telepon.

Baca Juga: Diterpa Tsunami Politik, Golkar Sumedang Kehilangan 3 Kursi DPRD

Saat ini di tubuh Golkar terbagi dalam tiga faksi menyusul gagalnya Golkar mempertahan 10 kursi di DPRD.

Ketiga faksi itu, kelompok ketua DPD Golkar Jafar Sidik, kelompok Yogi Yaman Santosa, dan kelompok mantan ketua Golkar Taufiq Gunawansyah. [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya