23 Mei 2019

Berita Golkar - Dua calon legislator (caleg) Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Kadir Halid dan Arfandi Idris menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Mereka berdua lolos dalam sidang Mahkamah Partai. Selain itu, ada juga caleg Kabupaten Selayar, Arifin Dg Marola dan satu caleg dari DPRD Pangkep.

Baca Juga: Wow! Golkar Kuasai 10 Dari 25 Kursi DPRD Selayar

Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD 2019, Kadir meraih 7.773. Sementara itu, peraih suara tertinggi di daerah pemilihan (dapil) I Sulsel yakni Andi Debbie Purnama.

Debbie mendapatkan suara sebanyak 15.390. Sementara itu, Arfandy meraih suara sebanyak 9.117. Peraih suara terbanyak di dapil IV Sulsel adalah Ince Langke 9.957.

Selisih suara Arfandy dan Ince sebanyak 840.

"Hanya empat caleg Golkar lolos dari Mahkamah Partai ke MK, ada dua caleg Golkar yakni Pak Kadir dan Arfandi," kata Juru Bicara DPD Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai, Kamis (23/5/2019).

Terpisah, Arfandy melakukan gugatan ke Mahkamah Partai dan MK karena akses formulir C1 sangat susah diakses di Selayar.

"Kita tak bisa tembus saksi dan C1 di Selayar," katanya.

Sementara itu, Kadir belum bisa memberikan penjelasan.

"Pak Kadir sedang sakit, beliau berada di Jakarta," kata Fachruddin Rangga, kolega Kadir di DPRD Sulsel.

C1 adalah hasil perhitungan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Tapi, ketika Tribun menelusuri ke website mahkamah konstitusi, belum ada gugatan dari Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Raih 13 Dari 85 Kursi, Ketua DPRD Sulsel Tetap Digenggam Golkar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) batas akhir pengajuan gugatan sengketa Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), 24 Mei 2019 merupakan

Batas akhir gugatan Pileg dijadwalkan pada pukul 01.46 WIB. [tribunnews]

fokus berita : #Kadir Halid


Kategori Berita Golkar Lainnya