25 Mei 2019

Berita Golkar - Partai Golongan Karya akan menerima kehadiran Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional apabila ingin bergabung di Koalisi Indonesia Kerja, yang mendukung dan mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin, pada pemilihan presiden 2019 kemarin.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Melchias Marcus Mekeng dikutip dari telusur.co.id, Sabtu (25/5/19).

Baca Juga: Melchias Mekeng Tolak Wisata Halal di Labuan Bajo, Ini Alasannya

Hanya saja, Golkar dapat menerima kehadiran dua partai pengusung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu, jika parta-partai yang ada di koalisi Jokowi-Ma’ruf telah menyetujuinya.

“Kita rapatkan dulu. Kita samakan presepsi. Kalau sudah sama presepsi. Kita merangkullah. Dalam kehidupan berbangsa ini kan tidak boleh berkotak-kotak. Jadi saya lebih cenderung merangkul. Duduk bersama-sama, maunya bagaimana anak bangsa ini,” kata Mekeng.

Menurut Mekeng, sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari PAN dan Demokrat mengenai reposisi koalisi itu. Namun yang pasti, pada dasarnya Golkar tidak mempersoalkan bergabungnya dua partai tersebut.

“(Golkar) Welcome. Kita itu hidup jangan sendiri-sendiri. Mereka itukan juga saudara-saudara kita sebangsa. Kan sudah ada hasil pemilu, mungkin masih emosi ya kita tunggu dulu,” kata dia.

Diketahui, PAN dan Demokrat menjadi sorotan sejak kedua petinggi partai dari koalisi Prabowo-Sandi itu melakukan pertamuan dengan Presiden Jokowi yang juga sebagai capres terpilih di Pemilu 2019. Bukan itu saja, keduanya juga mengakui kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. [telusur]

fokus berita : #Melchias Mekeng


Kategori Berita Golkar Lainnya