25 Mei 2019

Berita Golkar - Kalah bersaing untuk mepertahankan satu kursi di DPR RI, Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Maluku berinisiatif melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Ketua Bapilu DPD Golkar Maluku, Hairudin Tuarita mengatakan, salah satu indikator kekalahan Golkar dalam mempertahankan 1 kursi di DPR RI lantaran tidak ada solidaritas di internal partai. Selain itu, komposisi figur calon DPR RI di Golkar yang tidak saling menunjang berpengaruh terhadap suara akumulasi yang tidak signifikan.

Baca Juga: Gagal Kirim Wakilnya Ke Senayan, Golkar Maluku Terpukul

"Indikator-indikator itu yang berpengaruh Golkar tidak dapatkan kursi di DPR. Karena yang ada dalam panca sukses partai Golkar di 2019 sesuai putusan Munaslub itu bahwa sukses Pilkada dan juga sukses Pileg," ujar Hairudin, Sabtu (25/5)

Dia mengakui, kegagalan Golkar pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 juga menjadi barometer untuk mempertahankan kursi di DPR RI. Sebab, terlihat jelas pada kontestasi Pilgub Maluku, kader partai berlambang beringin itu tidak bekerja untuk kepentingan partai.

"Dan ternyata, hal yang serupa juga terjadi pada pemilihan legislatif 2019 kemarin," tuturnya.

Golkar sebenarnya punya potensi mempertahankan kursi di DPR. Target Bapilu untuk mempertahankan satu kursi dengan memanfaatkan tiga kepala daerah di Maluku yang adalah ketua DPD Golkar. Tapi kata dia, ketiganya tidak loyal.

Baca Juga: Rekapitulasi KPU, Golkar Maluku Utara Nomor Dua Dengan 93.484 Suara

"Jadi kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk juga evaluasi terhadap tiga kepala daerah dalam pemenangan Pileg khusus untuk DPR RI," tegasnya. [kumparan]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya